rapat-tertutup-pssi-shin-tae-yong-wartawan-dilarang-wawancara
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Rapat tertutup antara pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong dengan PSSI dilaksanakan di kantor PSSI, Kamis (9/1) sore. Sayangnya, usai rapat, awak media dilarang untuk mewawancarai pelatih 50 tahun tersebut.
Bahkan, kesan menghindarkan Tae Yong dari wartawan terlihat ketika Sekjen PSSI Ratu Tisha langsung turun menggunakan lift ke parkir basement.
Beruntung, awak media melihat sehingga langsung gerak cepat mengejar. Namun, setelah turun dan bisa mengejar rombongan Sekjen PSSI bersama Tae Yong serta asistennya di basemen, Tisha langsung menghalangi dan menjauhkan awak media dari Tae Yong.
"Udah jangan, jangan (wawancara, red)," kata Tisha sambil menghalangi para wartawan yang sedang mendekat ke arah Shin Tae Yong.
Dari kejauhan, tampak Tae Yong dan asistennya kebingungan melihat awak media dijauhkan darinya. Tisha kemudian meminta agar tidak ditulis bahwa pertemuan hanya dengan dirinya.
"Jangan cuma saya, tapi juga ada tim teknis tadi," tandasnya.
Kesan menjauhkan dari awak media begitu kentara karena mobil yang menjemput Shin Tae Yong pun belum siap. Sekira lima menit menunggu, baru mobil tiba menjemput dan Shin Tae Yong langsung masuk.
Saat hendak pergi, Tae Yong dengan ramah membuka jendela mobilnya dan dengan senyum yang lebar dia melambaikan tangan berpamitan kepada awak media.
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal
Mahasiswa Unri sukses menyelesaikan program Magang Berdampak selama tiga bulan di Riau Pos dengan bekal…
Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.
Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.
Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…
Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…
SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.