Categories: Olahraga

Semua Cabor Dibina untuk Jadi Unggulan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) masih menunggu payung hukum, yakni Peraturan Presiden (Perpres) untuk menjalankan Grand Design Olahraga Nasional. Apabila sudah ada, pembinaan yang merata akan menjadi fokus utama dalam peningkatan prestasi olah raga.

Menpora Zainudin Amali menyampaikan, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pihaknya diminta untuk melakukan review terhadap ekosistem pembinaan nasional. Jadi nantinya, tidak akan ada lagi cabang olahraga (cabor) unggulan, semua merupakan unggulan.

"Itu yang sedang kami lakukan di Kemenpora, review total ekosistem pembinaan olahraga nasional," jelas dia dalam telekonferensi pers, Kamis (5/8/2021).

Pihaknya juga telah berdiskusi dengan sejumlah elemen terkait, seperti perguruan tinggi dan para ahli dalam menghasilkan desain olahraga nasional tersebut. Dengan adanya ini, target olimpiade yang diselenggarakan menjadi jelas.

"Kalau ini jalan, maka kita punya panduan prestasi dari olimpiade ke olimpiade. Kami akan konsisten menjalankan itu. Kalau bertanya medali atau bonus, itu hanya sebagian kecil, ada suatu desain besar yang sedang kami kerjakan," terangnya.

Apabila kebijakan ini terlaksana, maka tolok ukur pencapaian tidak hanya berupa capaian medali. Target utama adalah pemerataan 14 cabor unggulan yang potensial, seperti angkat besi, menembak, rowing hingga panahan.

"Apa kita akan kembali ke perolehan medali, saya jawab tegas tidak (jika desain olahraga nasional resmi)? Kalau hanya medali kita tidak memperluas basis cabor kita untuk berprestasi. Di luar bulutangkis dan angkat besi, kita punya panahan, menembak, panjat tebing, atletik kita akan perkuat lagi," imbuhnya.

Dengan pengembangan merata ini, medali dalam olimpiade tidak hanya diharapkan datang dari cabor bulu tangkis ataupun angkat besi.

"Kita akhirnya berfokus pada cabor yang dipertandingkan dalam olimpiade yang secara konsisten, kita berjalan pelan-pelan. Apa Olimpiade Tokyo sudah dipandu grand desain, tentu belum," pungkasnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Adab di Atas Ilmu (Urgensi Pendidikan Karakter di Era Modern)

​Fenomena “pintar tetapi tidak benar” semakin marak terjadi. Sebagai contoh, seorang teknokrat atau ahli teknologi…

58 menit ago

Rayakan 30 Tahun IVF, Mahkota Medical Center Perkuat Layanan Fertilitas untuk Pasangan Indonesia

Mahkota Medical Center merayakan 30 tahun layanan IVF dengan gathering pasien di Pekanbaru serta edukasi…

1 jam ago

BRI Konsisten Jadi Sponsor Fun Bike Riau Pos, Tegaskan Hubungan Kemitraan Erat

BRI mendukung Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai bentuk sinergi kemitraan. Hubungan kedua perusahaan disebut…

4 jam ago

Tembus Pasar Dunia, 1.217 UMKM Catat Transaksi Rp2 Triliun Lebih di 2025

Sebanyak 1.217 UMKM berhasil menembus pasar ekspor pada 2025 dengan transaksi 134,87 juta dolar AS…

4 jam ago

PCR dan Univrab Resmi Kerja Sama dengan MAN 2 Pekanbaru, Ini Fokus Programnya

PCR dan Univrab teken MoU dengan MAN 2 Pekanbaru untuk pengembangan multimedia, kesehatan siswa, hingga…

4 jam ago

Jelang Imlek dan Ramadan, Siak Siapkan Aturan Ketat: Petasan hingga Ceramah Disorot

Pemkab Siak rekomendasikan pembatasan petasan, pengawasan THM, dan ceramah bebas ujaran kebencian jelang Imlek dan…

5 jam ago