Categories: Olahraga

Baggott Tak Akan Terganjal Izin Kerja jika Bermain di Premiere League

IPSWICH (RIAUPO.CO) – Kabar ketertarikan klub-klub papan atas Liga Inggris terhadap pemain berdarah Indonesia, Elkan Baggott terus berhembus. Meski Timnas Indonesia berada di peringkat 173 FIFA, pesepakbola berusia 18 tahun itu tidak akan terganjal aturan izin kerja.

Seperti diberitakan, sejumlah klub divisi tertinggi Liga Inggris tengah mengincar Baggott. West Ham United, Everton, bahkan Manchester United, tengah memantau secara langsung penampilan bek bertinggi badan 194 cm itu.

Kemudian muncul pertanyaan. Apakah  Baggott bisa membela tim divisi teratas Liga Inggris? Pasalnya, Premier League memiliki aturan ketat soal pemain asing. Apalagi, Inggris baru saja menyelesaikan perceraian dengan Uni Eropa yang dikenal dengan istilah Brexit.

Gara-gara Brexit, syarat bagi warga asing yang ingin mendapatkan izin kerja di Inggris, termasuk sepakbola, semakin ketat. Khusus di sepakbola, Premier League menerapkan kebijakan minimal 15 poin yang terdiri dari jumlah penampilan untuk timnas, prestasi klub sebelumnya, dan ranking FIFA negara asal.

Andai melihat pada tiga rincian utama penilaian itu, Baggott jelas akan terhambat izin kerja. Sekali pun memiliki darah Inggris, pemain kelahiran 23 Oktober 2002 itu akan kesulitan. Apalagi, peringkat Indonesia ada di urutan 173 FIFA.

Sekadar informasi, Premier League hanya mengizinkan pemain dengan negara berperingkat 50 ke atas saja dengan jumlah penampilan minimal 75% dari total laga timnas. Kecuali, pemain yang bersangkutan punya prestasi luar biasa serta pencapaian di klub sebelumnya pada kompetisi elit, akan mendapat poin yang cukup tinggi. Namun,  Baggott tidak perlu khawatir.

Premier League juga punya aturan lain yang cukup menguntungkan, yakni homegrown player. Nah, Baggott kini berstatus homegrown player dari Ipswich Town. Hal itu dimungkinkan karena dirinya sudah bergabung dengan klub tersebut dari level akademi.

Menurut aturan, pemain yang berlatih dan terdaftar di klub-klub Britania Raya dan Wales sebelum, minimal selama tiga tahun berturut-turut sebelum berusia 21 tahun, tanpa memandang negara asalnya, masuk dalam kategori homegrown player. Karena aturan itu,  Baggott bisa membela klub-klub papan atas Inggris.

Berdasarkan pengakuan dari sang pemain,  Baggott sudah bergabung dengan Ipswich Town selama 3,5 tahun, yakni sejak masih di U-14. Karena itu, mengacu pada aturan,  Baggott sudah bisa dianggap sebagai homegrown player di Inggris.

Tentu saja, status homegrown player itu bisa membuat  Baggott bernafas lega. Klub peminat pun bisa memboyongnya pada bursa transfer musim dingin 2021 atau menunggu kontraknya habis pada 30 Juni mendatang.

Sumber: The Sun/News/Mirror
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Rumah Bulat dan Dua Kontrakan di Marpoyan Damai Ludes Terbakar, Motor Ikut Hangus

Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…

7 jam ago

Mangrove Desa Bokor Mendunia, 13 Spesies Jadi Magnet Wisatawan

Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…

7 jam ago

Razia Gabungan di Sudirman, 117 Kendaraan Langsung Ditindak

Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…

2 hari ago

UHTP Sembelih 4 Sapi Kurban, Daging Dibagikan untuk Warga dan Karyawan

Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…

2 hari ago

Puluhan Tahun Rusak, Jalan Pesisir di Rumbai Segera Mulai Dibangun

Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.

2 hari ago

Lonjakan Penumpang Roro Bengkalis Terjadi Jelang Libur Akhir Pekan dan Iduladha

Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.

3 hari ago