JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Bintang Timnas Indonesia U-19 Witan Sulaeman tak didaftarkan klubnya, FK Radnik Surdulica, untuk main di Liga Serbia 2020/2021. Sehingga, dia hanya akan jadi penonton saja pada Liga Serbia musim ini.
Peluang Witan bermain di Liga Serbia musim ini masih ada jika Radnik mendaftarkannya pada musim dingin nanti. Akan tetapi, itu masih sebuah spekulasi semata. Hal pasti bagi Witan adalah dirinya tidak bisa membela Radnik pada paruh pertama musim ini.
Asisten pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto, pun ikut berkomentar atas kabar kurang menyenangkan dari Witan. Dia pun menyarankan Witan untuk mencari klub baru sehingga mendapatkan waktu bermain pada musim ini.
“Saya masih belum tahu soal itu. Akan tetapi, kalau benar-benar tidak didaftarkan, menurut saya, Witan lebih baik mencari klub lain atau mencari pengalaman di klub lain,” ucap Nova Arianto.
Meski begitu, ada hal positif di balik kabar negatif tersebut. Menurut Nova, Witan bisa fokus pada setiap pemusatan latihan (TC) yang dilakukan Garuda Nusantara, julukan Timnas U-19.
“Kalau positifnya, Witan bisa ikut setiap TC yang dilakukan Timnas U-19. Jadi ,tidak terganggu dengan klubnya. Akan tetapi, saya belum tahu update-nya,” tutur Nova.
Witan adalah salah satu pemain andalan Timnas U-19. Ketika Garuda Nusantara TC di Kroasia, dia bersama Jack Brown merupakan top skor tim dengan torehan tiga gol.
Jika menilik performa Witan selama di Kroasia, pemain Radnik itu akan menjadi andalan Timnas U-19 di Piala Asia U-19 dan Piala Dunia U-20 pada tahun depan.
Sumber: PSSI/Antara/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun
Pemerintah perpanjang batas lapor SPT hingga 30 April 2026. Wajib pajak kini punya waktu tambahan…
Polisi musnahkan 9 rakit PETI di Inhu dan Kuansing. Pelaku diduga kabur sebelum petugas tiba…
Warga Bagansiapiapi antre BBM hingga 1 jam usai Lebaran. Lonjakan konsumsi picu antrean, pemerintah pastikan…
Pemko Pekanbaru perketat kriteria bantuan pangan, namun jumlah penerima naik jadi 63 ribu KK lewat…
Lubang besar di Jalan HR Soebrantas Pekanbaru membahayakan pengendara. Warga minta segera diperbaiki karena rawan…
Karhutla di Rupat Bengkalis meluas hingga 50 hektare. Kemarau, akses sulit, dan minim air jadi…