Categories: Olahraga

Atlet Pelatnas Masih Dominasi Raihan Emas Dayung

JAYAPURA (RIAUPOS.CO) – Pelatih kepala dayung Indonesia, M Suryadi, mengatakan, peraih emas cabang dayung kano dan kayak di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021 masih didominasi atlet yang tergabung dalam pemusatan latihan nasional (pelatnas) hingga hari terakhir perlombaan nomor tersebut di Teluk Youtefa, Jayapura, Ahad (3/10/2021).

Menurut Suryadi, kondisi tersebut lebih banyak dipengaruhi perbedaan jangka waktu latihan di beberapa daerah. Situasi pandemi Covid-19 tak luput menjadi salah satu penyebab singkatnya durasi untuk menggelar pemusatan latihan daerah (pelatda) menjelang PON.

Sementara itu, para atlet penghuni pelatnas terus berlatih secara kontinyu untuk menghadapi berbagai kejuaraan internasional.

“Secara umum masih anak-anak pelatnas yang dominan. Tapi bukan berarti teman-teman di daerah tidak melatih, tapi mungkin waktu latihannya belum terlalu panjang karena berbagai daerah berbeda kapan mulai pelaksanaannya latihannya,” kata Suryadi.

Sepanjang perlombaan dayung kano dan kayak yang telah dimulai sejak 27 September lalu, sejumlah atlet pelatnas mendominasi raihan emas PON Papua.

Mereka di antaranya peraih emas kano dobel putra 1000 meter Muhammad Yunus Rusrandi, peraih emas kano single 200 meter putri Dayumin, dan peraih emas kayak single putra 1000 meter dan 200 meter Maizir Riyondra.

Selain itu, ada pula peraih emas kayak empat 500 meter putra Andri Agus Mulyana dan Stevani Maysche Ibo yang merebut dua emas pada nomor kayak single 200 dan 500 meter putri.

Meski demikian, Suryadi melihat masih ada beberapa atlet daerah potensial lainnya yang layak mendapatkan promosi untuk bergabung dalam pelatnas usai PON Papua nanti.

Suryadi menyebut ada 48 atlet yang akan dipersiapkan untuk memperkuat tim nasional dayung Indonesia dalam menghadapi berbagai multievent internasional, termasuk SEA Games dan Asian Games 2022.

“Ada 48 atlet yang kami siapkan untuk SEA Games, tapi kami berharap bisa menambah atlet ke depannya karena selain SEA Games ada Asian Games di tahun yang sama,” jelasnya lagi.

“Artinya kami harus lebih fokus di dua multiiven itu karena dengan adanya SEA Games dan Asian Games di tahun yang sama kami harus betul-betul menyiapkan lebih banyak atlet agar bisa lebih selektif,” ungkapnya.

Lomba dayung kano dan kayak yang mempertandingkan 16 nomor resmi berakhir pada Ahad. Kontingen Jawa Barat hingga kini memimpin perolehan medali cabang dayung dengan koleksi enam emas, tiga perak, dan tiga perunggu. Sementara itu Riau meraih 3 emas dan 2 perak.

Cabang dayung PON Papua masih akan mempertandingkan 15 nomor rowing dan sembilan nomor perahu naga.

Laporan: Hary B Koriun (Jayapura)/Antara/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Indonesia Juara Umum Piala Dunia Woodball 2026, Raih 4 Emas di Malaysia

Tim woodball Indonesia menjadi juara umum Piala Dunia Woodball 2026 di Malaysia dengan raihan 4…

53 menit ago

RS Awal Bros Pekanbaru dan Batam Pertahankan Akreditasi JCI untuk Keempat Kalinya

RS Awal Bros Pekanbaru dan Batam berhasil mempertahankan akreditasi internasional JCI untuk keempat kalinya, bertepatan…

1 jam ago

Polres Inhu Gerebek Empat Pengedar Narkoba, Satu Tersangka Ternyata ASN

Polres Inhu menangkap empat tersangka pengedar narkoba, termasuk oknum ASN. Polisi menyita sabu 12,94 gram,…

2 jam ago

Kasus Malaria di Rohil Meningkat, DPRD Segera Panggil Dinas Kesehatan

Kasus malaria meningkat di sejumlah wilayah Rohil. Komisi D DPRD Rohil akan memanggil Diskes untuk…

2 jam ago

Geram Proyek Pasar Bawah Mangkrak, Wali Kota Pekanbaru Ancam Putus Kontrak

Revitalisasi Pasar Bawah Pekanbaru baru 60 persen dan mangkrak berbulan-bulan. Wali Kota Agung Nugroho mengancam…

2 jam ago

Teror Monyet Liar Makin Meresahkan, Warga Tembilahan Diminta Tak Menangkap Sendiri

Teror monyet liar di Tembilahan, Inhil, belum berakhir. Delapan warga menjadi korban gigitan dan Damkar…

2 jam ago