Categories: Olahraga

PON Ditunda, PSTI Riau Reschedule Program Latihan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Penundaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua yang seharusnya digelar pada 2020 menjadi Oktober 2021 karena pandemi corona (Covid-19), membuat persiapan semua cabang olahraga (cabor) di setiap daerah menjadi mentah. 

Kondisi ini membuat semua cabor harus me-reschedule program latihan. Jika sebelumnya dirancang program latihan yang memungkinkan pas hari H seluruh atlet berada dalam peak perform (performa puncak), kini semua harus diprogram ulang karena PON baru akan dilaksanakan 18 bulan lagi.

Kondisi seperti ini juga dirasakan cabor sepaktakraw yang sudah memastikan diri lolos ke PON Papua setelah tim putra-putrinya juara dalam babak kualifikasi Wilayah I di Sukabumi, Jawa Barat, 2019 lalu. Saat ini seharusnya sudah melakukan tahap pematangan, namun semuanya menjadi mentah setelah corona mewabah.

Kabid Binpres PSTI Riau, H Armon Yornis menjelaskan, setelah pulang dari babak kualifikasi di Sukabumi, para pemain Riau terus melakukan latihan secara intensif. Namun ketika pandemi corona datang, para atlet dianjurkan latihan mandiri di rumah masing-masing dengan program dari tim pelatih. Ini dilakukan mengikuti protokol yang disampaikan pemerintah agar tidak membuat kerumunan untuk memutus penularan corona.

"Mau tak mau harus melakukan penyesuaian terhadap program latihan yang sudah dibuat. Atlet latihan mandiri di rumah dengan program yang sudah diberi pelatih. Mereka harus memvideokan dan melaporkannya ke kami," kata mantan pemain nasional ini kepada Riaupos.co, Selasa (2/5/2020).

Kondisi ini berlangsung hampir tiga bulan. Meskipun tidak maksimal, tapi menurut Armon, cara itu harus dilakukan agar para pemain tetap berlatih dan tidak kehilangan sentuhan. 

Kini, saat protokol new normal (kenormalan baru) akan diterapkan dan status Kota Pekanbaru sudah zona kuning, pihaknya sudah berpikir untuk melakukan latihan bersama lagi. 

"Secepatnya akan kami rapatkan dan membuat keputusan yang terbaik," jelas Armon lagi.

Armon juga nambahkan, jika ke depan pandemi corona ini mereda dan iven-iven olahraga sudah boleh digelar, maka program latihan akan disusun dan disesuaikan untuk mengikuti pertandingan-pertandingan yang ada sebagai sasaran antara sebelum tampil di PON.

"Kita lihat bersama kondisi pandemi ini bagaimana. Setelah itu apakah ada program kejuaraan dari PB PSTI, atau kejuaraan lainnya yang memungkinkan untuk digelar. Kita semua berharap wabah ini segera berakhir," jelas Armon mengakhiri.

Laporan/Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

PETI di Kampar Kiri Digerebek, Satu Operator Ekskavato Diamankan Polisi

Polisi membongkar aktivitas PETI di Kampar Kiri Hulu dan mengamankan operator ekskavator. Sejumlah peralatan tambang…

2 jam ago

Warga Rambah Sempat Krisis Air Bersih, Ternyata Kabel Pompa Dicuri

Warga Rambah sempat kesulitan air bersih setelah kabel pompa distribusi di Desa Pawan dicuri. Aliran…

2 jam ago

Dosen Unilak Bekali Siswa SMKN 1 Kandis Jurus Branding Digital dan Hitung Harga Jual

Dosen Unilak membekali siswa SMKN 1 Kandis dengan kemampuan digital branding dan menghitung HPP untuk…

23 jam ago

Air Sungai Singingi Kembali Keruh, PETI Diduga Jadi Penyebab

Air Sungai Singingi kembali keruh setelah PETI diduga beraksi. Warga meminta aparat meningkatkan razia demi…

23 jam ago

Tempuh 192 Km Selama 22 Jam, Goweser Paliko Siap Meriahkan Gowes Merdeka 2026

Tempuh 192 km selama 22 jam, tiga Goweser Paliko dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota hadir…

23 jam ago

Gowes Merdeka 2026 Dimulai, 1.500 Peserta Taklukkan Rute 17 Km di Pekanbaru

Sebanyak 1.500 peserta meramaikan Gowes Merdeka 2026 di Pekanbaru dengan menempuh rute 17 kilometer hingga…

23 jam ago