Categories: Nasional

Minyak Mentah Curian di Blok Rokan untuk Campuran Aspal

JAKARTA(RIAUPOS.CO)– Langkah Polda Riau membongkar mafia pencuri minyak menemukan fakta baru. Diduga, minyak mentah curian itu digunakan sebagai campuran aspal. Tujuannya, menekan biaya produksi. Namun, tanpa melalui proses penyulingan, minyak tersebut mengurangi kekuatan aspal.

Sebelumnya, tersangka pencurian minyak Kokcin mengakui bahwa pemesan minyak itu menggunakannya sebagai campuran aspal. Entah sebagai bahan bakar atau langsung dicampurkan. Pembeli minyak curian asal Padang berinisial JC juga telah ditangkap Polda Riau. JC diketahui merupakan salah seorang pemenang proyek pengaspalan di sejumlah lokasi.

Bagaimana dampak minyak mentah dicampur aspal? Menurut Kepala Seksi Penelitian dan Pengembangan, Balai Bahan dan Perkerasan Jalan Balitbang PUPR, Yohanes Ronny, selama ini bahan campuran aspal untuk membentuk lapisan perkerasan jalan salah satunya adalah minyak bumi. Namun, aspal itu harus terlebih dahulu melewati proses penyulingan minyak bumi.

”Aspal tersebut harus memenuhi kualitas seperti tercantum dalam spesifikasi jalan dan jembatan yang dikeluarkan Ditjen Bina Marga. Jadi, tidak bisa minyak bumi digunakan langsung atau dicampur aspal yang ada karena perlu pengolahan terlebih dahulu agar memenuhi spesifikasi,” jelas dia kemarin (30/12).

Ronny menjelaskan, minyak bumi mentah atau crude oil harus melewati proses penyulingan terlebih dulu sebelum menjadi berbagai bahan bakar yang aman digunakan.

Ronny menyebut dampak campuran minyak dan aspal secara asal bermacam-macam.

Menurut dia, crude oil masih mengandung banyak minyak ringan. ”Akibatnya, kemungkinan akan membuat aspal menjadi lebih lembek. Kemungkinan lain, saat dipanaskan untuk digunakan dalam campuran mudah sekali menguap sehingga aspal jadi mudah retak dan tidak tahan terhadap deformasi akibat beban lalu lintas,” jelasnya.

Sementara itu, Polda Riau tidak hanya fokus membongkar sindikat pencurian minyak. Persoalan sawit juga menjadi perhatian. Kapolda Riau Irjen Agung Setya mengatakan, ada berbagai persoalan yang menyelimuti sawit di Riau. Dari pencurian, informasi harga sawit yang tidak tersampaikan, hingga harganya yang tidak stabil.

Editor : Deslina
Sumber: jawapos.com

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Polres Kuansing Gencarkan Pemberantasan PETI, 48 Rakit Dimusnahkan dalam 7 Hari

Polres Kuansing bersama Polda Riau menindak 16 lokasi PETI dan memusnahkan 48 rakit dalam sepekan.…

9 jam ago

Indonesia Juara Umum Piala Dunia Woodball 2026, Raih 4 Emas di Malaysia

Tim woodball Indonesia menjadi juara umum Piala Dunia Woodball 2026 di Malaysia dengan raihan 4…

12 jam ago

RS Awal Bros Pekanbaru dan Batam Pertahankan Akreditasi JCI untuk Keempat Kalinya

RS Awal Bros Pekanbaru dan Batam berhasil mempertahankan akreditasi internasional JCI untuk keempat kalinya, bertepatan…

13 jam ago

Polres Inhu Gerebek Empat Pengedar Narkoba, Satu Tersangka Ternyata ASN

Polres Inhu menangkap empat tersangka pengedar narkoba, termasuk oknum ASN. Polisi menyita sabu 12,94 gram,…

13 jam ago

Kasus Malaria di Rohil Meningkat, DPRD Segera Panggil Dinas Kesehatan

Kasus malaria meningkat di sejumlah wilayah Rohil. Komisi D DPRD Rohil akan memanggil Diskes untuk…

13 jam ago

Geram Proyek Pasar Bawah Mangkrak, Wali Kota Pekanbaru Ancam Putus Kontrak

Revitalisasi Pasar Bawah Pekanbaru baru 60 persen dan mangkrak berbulan-bulan. Wali Kota Agung Nugroho mengancam…

13 jam ago