Dumai (RIAUPOS.CO) — Di Dumai selama 30 hari Agistus tercatat penambahan kasus konfirmasi positif 89 kasus.
"Total positif Covid-19 di Kota Dumai berjumlah 124 kasus. Rinciannya 47 kasus sudah sembuh dan 75 kasus masih aktif dan kasus meninggal," ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Dumai dr Syaiful.
Ia mengatakan dari 75 kasus yang masih aktif tersebut, 50 pasien isolasi mandiri dan 25 kasus dirawat di rumah sakit.
"Ini cukup mengkhawatirkan. Kapasitas ruangan di RSUD Kota Dumai untuk isolasi Covid-19 hanya sekitar 34 kasus. Jika kasus terus melonjak maka ruangan yang ada bisa penuh. Beruntung saat ini tidak semua pasien di isolasi di rumah sakit, namun bagi yang tidak memiliki gelaja boleh isolasi mandiri, namun tetap dengan pengawasan yang ketat," terangnya.
Ahad (30/8), ada 15 kasus positif Covid-19 di Dumai. Salah satu pasien dinyatakan meninggal dunia.
"Kasus yang bertambah tersebut berasal dari hasil tindak lanjut rapid test empat kasus, 10 kasus hasilnya tracing kontak terhadap pasien positif sebelumnya," ujarnya.
Dikatakannya, dengan kasus yang terus bertambah, tentunya akan ada konsekuensi yang harus diterapkan.
"Akan ada pembatasan-pembatasan sosial lagi di masyarakat. Akan ada kegiatan yang dilarang," terangnya.
Sementara pasien positif meninggal berinisial J (70) warga Kelurahan Simpang Tetap Dahrul Ihsan (STDI) Kecamatan Dumai Barat.
"Pasien meninggal pada Jumat (28/8) lalu, pada saat itu pasien masih berstatus suspect dan pada hari ini (kemarin, red) baru keluar hasilnya swab-nya," ujar Syaiful.
Syaiful mengatakan pasien ini tidak dikebumikan dengan protokol kesehatan. Pasalnya saat dinyatakan meninggal keluarga langsung membawa jenazah ke rumah duka.
"Kami masih mencari tahu, mengapa saat di rumah sakit keluarga bisa membawa jenazah tersebut," tuturnya.
Diceritakannya, setelah mendapat informasi jika jenazah pasien di bawah ke rumah duka, tim Gugus Tugas dan Diskes Kota Dumai langsung menuju ke rumah duka.
"Ternyata saat sampai sudah selesai dimandikan dan dikafankan," ceritanya.(sol/ali/mng/hsb/amn/wir/epp/kas/yas/ted)
JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.
Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.
Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…
PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…
Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…
Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Logas selesai dibangun dan diharapkan mempermudah mobilitas serta aktivitas…