Categories: Nasional

Produksi 100 Pak per Hari

Wanita cantik itu begitu bersemangat. Usaha kuliner yang digelutinya tiga bulan terakhir ini sudah membuahkan hasil.

Laporan: Henny Elyati (Duri)

DIA adalah Lisa Rahmasari (28). Wanita putus sekolah ini merupakan salah satu peserta pelatihan Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keterampilan Tenaga Kerja (Vocational Training for Entrepreneurship and Workforce Development/ Voted) akhir tahun lalu.

"Saya ikut pelatihan pengolahan pangan. Pelatihannya hanya dua pekan penuh yang dilaksanakan di salah satu ruko di Jalan Hang Tuah, Duri. Beragam jenis pengolahan pangan yang diajarkan pada kami," ujar Lisa kepada Riau Pos saat ditemui di tempat usahanya di Duri, Kamis (2/4).

Wanita berjilbab ini mengaku sangat senang bisa menjadi salah satu peserta dan mendapatkan ilmu yang sangat banyak. Pengolahan pangan yang dipelajarinya di antaranya membuat nuget ikan, salad, infus water, cookies, dan sebagainya.

"Setelah pelatihan, kami disuruh magang selama satu bulan. Magang dimaksud adalah membuat dan menjual produk kuliner yang nantinya menjadi usaha kita. Saya minta izin pada pimpinan pelatihan agar diperbolehkan magang sambil buka usaha. Alhamdulillah diberi izin, jadi saya membuat dan menjual berbagai produk makanan dan minuman seperti nuget ikan, infus water, Oreo Ball, dan salad. Namun dari sekian banyak produk yang saya jual justru yang paling laris itu Oreo Ball," katanya.

Karena paling laris, Lisa akhirnya fokus hanya membuat dan menjual Oreo Ball yang diberinya nama Oreo Ball Mahara. Ia pun membuka usahanya dengan menumpang di toko orangtuanya di Jalan Sudirman depan Jalan Nusantara 3, Duri.

"Belum punya modal buat buka lapak sendiri. Bisa numpang di sini walaupun tempatnya kecil nggak apaapa," sebutnya.

Lisa biasanya memproduksi Oreo Ball setiap hari. Namun sejak virus corona merebak, dagangannya jadi sepi pembeli. Dan Lisa hanya membuat produk sesuai pesanan saja. Oreo Ball milik Lisa telah dipasarkan tidak hanya di Duri saja tetapi sudah memasuki pasar di Pekanbaru, Dumai, dan Padang.

"Biasanya produksi setiap hari 50 pak, bahkan jika rame bisa 100 pak sehari. Tapi sekarang tidak bisa seperti itu lagi, produksi sesuai pesanan saja. Kita jualan di sini sore hari biar dingin. Hanya hitungan jam saja biasanya produk kita habis. Reseller kita sudah ada di Pekanbaru di Jalan Sekolah, Rumbai. Di Dumai dan Padang. Di Duri, reseller kita sudah ada 16. Rencananya kita akan buka lebih besar lagi karena permintaan Oreo Ball ini sangat laris," terangnya.

Untuk harga, Lisa mematok harga sesuai kantong. Isi tiga hanya Rp5 ribu, isi enam hanya Rp10 ribu dan isi 10 hanya Rp15 ribu.

"Omset yang dihasilkan di stan di Duri ini minimal Rp200 ribu per harinya. Di luar reseller dan pesaran lainnya," sebutnya.

Program Voted ini merupakan program kerja sama antara PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) dengan Dompet Dhuafa, untuk memberikan pelatihan dan training kewirausahaan dalam pengembangan skill yang diperuntukkan bagi anak-anak kurang mampu yang ada di wilayah operasi PT CPI di Riau.***

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

3 hari ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

3 hari ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

4 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

4 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

4 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

4 hari ago