Categories: Nasional

Apple, Google, dan Microsoft Ketahuan Pakai Emas Ilegal, Benarkah?

BRASILIA (RIAUPOS.CO) – Polisi Brasil mendakwa perusahaan peleburan Italia, Chimet, dengan para pedagang yang membeli emas secara ilegal di hutan hujan Amazon. Menurut penyelidikan, pembeli terbesar emas ilegal justru merupakan perusahaan teknologi terkemuka seperti Amazon, Apple, Microsoft dan perusahaan induk Google Alphabet.

Sebagaimana diketahui, perusahaan teknologi sering menggunakan sejumlah kecil emas pada papan sirkuit produk elektronik mereka. Polisi federal Brasil menuduh Chimet membeli emas senilai jutaan dolar dari pedagang di Brasil yang membeli emas tersebut dari penambang ilegal.

Dari dokumen kepolisian terungkap juga kalau empat perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS) tersebut telah mendaftarkan Chimet sebagai salah satu dari lebih dari 100 pemasok penyulingan emas mereka dalam lima tahun terakhir. Karena Chimet membeli emas ilegal, maka raksasa teknologi Amerika ini juga membeli emas ilegal.

Apple tidak secara khusus menyebutkan Chimet, tetapi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka melarang penggunaan mineral yang ditambang secara ilegal. Apple mengklaim bahwa perusahaan yang gagal memenuhi standarnya dikeluarkan dari rantai pasokannya.

Sementara itu, terkait dengan aktivitas penambangan emas ilegal, hal ini muncul setelah Presiden sayap kanan Brasil, Jair Bolsonaro, yang menjabat pada 2019, menganjurkan legalisasi pertambangan di tanah adat. Hal ini menyebabkan lonjakan kegiatan penambangan ilegal di Brasil.

Tambang ilegal telah merusak tanah di hutan hujan Amazon dan merkuri yang mematikan kemudian mencemari sungai. Para penambang liar itu juga dilaporkan sering bentrok dengan suku asli hutan Amazon.

Dikutip via Gizchina, badan data Brasil memperkirakan bahwa dalam dua tahun pertama Bolsonaro menjabat, negara itu telah memproduksi 84 ton emas ilegal. Angka tersebut merupakan peningkatan 23 persen dari dua tahun sebelumnya dan setara dengan hampir setengah dari total produksi emas keseluruhan di Brasil.

Saat ini, penyelidikan terhadap perusahaan alkimia Chimet masih berlangsung. Dan sampai berita ini dibuat juga, belum ada pernyataan resmi dari pabrikan Amerika yang membeli emas ilegal di Brasil ini.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

85.425 Kendaraan di Kuansing Nunggak Pajak, Total Tunggakan Tembus Rp20,7 Miliar

Sebanyak 85.425 kendaraan di Kuansing tercatat menunggak pajak dengan total Rp20,7 miliar. Pemilik kendaraan diminta…

18 jam ago

Revitalisasi Pasar Bawah Mangkrak, Wako Pekanbaru Minta Maaf ke Pedagang

Revitalisasi Pasar Bawah Pekanbaru baru mencapai 60 persen meski ditargetkan selesai 2025. Wako minta maaf…

20 jam ago

Parkir di Halaman Minimarket Ditagih Rp15 Ribu, Jukir Liar Kabur Saat Didatangi Petugas

Jukir liar diduga meminta tarif parkir Rp15 ribu di Jalan Sudirman Pekanbaru. Dishub turun tangan…

20 jam ago

77 Peserta Lolos ke Tahap Wawancara Seleksi Kepala Sekolah di Inhu, Pendaftarnya Ternyata Minim

Sebanyak 77 peserta mengikuti uji kompetensi seleksi kepala sekolah TK, SD, dan SMP Negeri di…

20 jam ago

Malam Ini! Habib Syech Hadir di Masjid Raya Annur, Warga Diajak Ramaikan Riau Bershalawat

Riau Bershalawat bersama Habib Syech digelar Senin malam di Masjid Raya Annur Pekanbaru. Masyarakat dan…

21 jam ago

Harga BBM Pertamina Terbaru Agustus 2026: Pertamax Turbo Turun Rp1.000 per Liter

Harga BBM non-subsidi Pertamina turun mulai 1 Agustus 2026. Pertamax Turbo, Pertamax, dan Pertamax Green…

21 jam ago