ketinggalan
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Tiba saatnya, Lulu untuk pergi menepati janji Difa. Pagi hari dia pun siap berkemas dan pergi menuruti keinginan Difa ke daerah Kampar. Sesampainya di kos Difa yang berada di Panam pukul 08.15 WIB, diputuskan Difa yang membawa sepeda motor.
Berbekal maps keduanya pun meluncur ke lokasi perkebunan kelengkeng. Namun, belum sempat naik, Difa meninggalkan Lulu, yang entah sengaja atau tidak.”Difa, aku belum naik loh,” panggil Lulu. Belum juga menoleh kembali berteriak, “Woy Dif, tungguin aku!”
Namun, Difa berlalu begitu saja. “Sial pasti dia menginginkanku agar berjalan sampai ke jalan,” gumamnya dalam hati.
Kendati demikian, Difa tetap melaju. Keluar dari gang belok kanan. Sampai akhirnya belok kiri ke Jalan Subrantas. Teriakan Lulu tak didengar. “Alamak! Awak belum naik. Padahal dah kencang teriakanku sampai orang yang tinggal di dekat gang nengokin aku. Pasti mereka ngira kami berantem,” celetuknya.(s)
Polisi dalami kasus lansia tewas di Rumbai, Pekanbaru. Olah TKP kedua dilakukan, empat saksi diperiksa,…
Antrean panjang BBM terjadi di Pekanbaru. Warga rela antre hingga satu jam, bahkan membeli eceran…
Jalan di Lubuk Betung Rohul kini mulus usai diaspal. Warga rasakan manfaatnya dan ucapkan terima…
SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…
Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…
Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…