Categories: Nasional

Dukung Airlangga Sebagai Presiden, Satkar Ulama Ajak Berjuang Sesuai Aturan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Ketua Umum Satkar Ulama yang juga Ketua Fraksi Golkar MPR RI, Idris Laena mengajak para ulama dan umat menyalurkan aspirasinya. Dan diharapkan dapat sesuai dengan mekanisme yang berlaku pada sistem demokrasi di Indonesia. Melalui momentum Pemilu 2024, juga diharapkan menjadi langkah nyata dalam menyalurkan aspirasi dimaksud dengan mendukung penuh dan memenangkan Airlangga Hartarto sebagai presiden selanjutnya.

Satkar Ulama, ditegaskan Idris Laena seperti diketahui berafiliasi pada Patai Golkar, dan sebagai partai yang perolehan kursinya nomor dua terbanyak di parlemen. Partai berlambang pohon beringin ini bakal terus berjuang untuk kepentingan umat.

“Dan Partai Golkar sudah teruji untuk itu. In Sha Allah, partai Golkar akan selalu siap berjuang untuk umat,” kata Idris Laena dalam keterangan resmi yang diterima Riaupos.co, Senin (31/1/2022).

Pernyataan tersebut disampaikannya pada acara silaturahmi Satkar Ulama dengan para ulama, habaib, santri serta umat yang ingin bergabung dengan Satkar Ulama di Bekasi, Ahad (30/1/2022). hadir dalam kegiatan tersebut beberapa nama seperti Erwin Aksa, Mujib Rahmat, Ferdiansyah, KH Tatang Tajudin, KH Ali Yahya dan lainnya.

Dilanjutkan Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI pula, ia mengajak seluruh kader baik di Satkar Ulama maupun di partai dapat berjuang bersama-sama. Terlebih dengan momentum Pemilu 2024 yang sudah semakin dekat.

“Jika umat mau berjuang bersama-sama memenangkan Partai Golkar pada Pemilu 2024 dan memilih Airlangga Hartarto sebagai presiden yang dicalonkan Partai Golkar, tentunya akan memudahkan perjuangan kepentingan umat,” sebut Idris Laena.

Dijelaskan Ketua Umum Satkar Ulama, sebagai warga negara, tentunya umat berhak menyampaikan pendapat. Tetapi suka atau tidak, di NKRI ini, demokrasinya diatur sesuai dengan amanat UUD 1945 serta produk peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku. Sebagai warga negara pula, tentu umat harus turut dengan aturan tersebut.

Karena, lanjutnya kekeliruan memahami kebebasan berpendapat, hanya akan menimbulkan kegaduhan. Dicontohkannya, seperti adanya ulama yang diproses hukum karena melanggar aturan dan dianggap melakukan ujaran kebencian. 

“Kekeliruan memahami kebebasan berpendapat yang disalurkan tidak sesuai dengan mekanisme dalam sistem demokrasi di Indonesia, maka hanya akan menimbulkan kegaduhan, sementara tujuan yang diperjuangkan tidak tercapai. Jadi, Satkar Ulama membuka diri kepada para ulama, habaib, santri dan umat Islam yang ingin berjuang sesuai mekanisme dan sistem demokrasi yang berlaku untuk bersama-sama bergabung dan berjuang,” pungkasnya.

Editor: Eka G Putra

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Antrean Bio Solar Mengular ke Badan Jalan Dishub Pekanbaru Minta Pengelola SPBU Bekerja Sama

Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru mendesak pengelola SPBU untuk aktif mengatur antrean bio solar yang meluber…

6 jam ago

Rumah Camat Merbau Hangus Terbakar di Teluk Belitung

Rumah milik Camat Merbau Wan Jumiati di Jalan Rambutan, Kelurahan Teluk Belitung, hangus terbakar pada…

6 jam ago

Verifikasi Berkas 153 Calon Kades di 54 Desa se-Rohul Diumumkan 27-28 Oktober 2026

Dinas PMPD Kabupaten Rokan Hulu mengingatkan panitia Pilkades serentak di 54 desa untuk menjaga netralitas…

12 jam ago

Aroma Busuk Mirip Telur dan Gas Bocor Resahkan Warga, DLHK Pekanbaru Telusuri Sumber Bau

DLHK Kota Pekanbaru menurunkan tim ke sejumlah kecamatan guna menelusuri sumber bau menyengat menyerupai gas…

13 jam ago

Kabur Usai Cabuli Murid Oknum Guru di Pelalawan Diburu Polisi dan Masuk DPO

Polres Pelalawan menetapkan oknum guru berinisial HS sebagai DPO atas dugaan kejahatan seksual terhadap murid…

14 jam ago

Dikukuhkan Jadi Guru Besar Unri, Prof Yesi Soroti Peran Akuntansi Manajemen di BUMDes

Prof Yesi Mutia Basri SE MSi Ak CA PhD resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang…

14 jam ago