Categories: Nasional

KPK Dimata Jaksa Yadyn Bagai Miniatur Indonesia

JAKARTA(RIAUPOS.CO)– Masa tugas kinerja Jaksa Yadyn Palebangan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selesai pada Jumat (31/1) hari ini. Yadyn yang bertugas di lembaga antirasuah sejak 2014 mengistilahkan KPK seperti miniatur Indonesia.

Pernyataan ini diungkapkan Yadyn terkait kesannya telah bertugas selama kurang lebih enam tahun menjadi Jaksa KPK. Terlebih, saat ini dia merupakan Wakil Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK, yang merupakan rekan dari Ketua WP KPK Yudi Purnomo.

Jaksa yang menangani kasus dugaan suap izin proyek Meikarta ini menyebut, selama bertuga di KPK dirinya benar-benar bisa melihat kondisi Indonesia dari banyak sisi. Hal ini bisa dilihat dari konteks politik, ekonomi dan bisnis yang terjadi di Indonesia.

“Makanya saya sampaikan bahwa KPK itu miniaturnya Indonesia, kita bisa melihat kontestastasi politik di Indonesia, kita bisa melihat ekonomi secara makro, melalui KPK,” ucap Yadyn.

Yadyn menyampaikan, terdapat hal istimewa yang dia dapat selama bekerja di KPK. Menurutnya, lembaga antirasuah bisa melakukan proses penyelidikan secara tertutup sebagaimana diatur dalam Pasal 1 angka 5 KUHAP. Yadyn menyebut penyelidikan tertutup yang dilakukan KPK semata-mata untuk membuka peristiwa besar.

“Jadi untuk melakukan operasi itu tidak harus serta merta menangkap orang. Ada proses analisis para pihak, ada proses mengenai sumber uang, ada proses mengenai sumber kewenangan, ada proses mengenai modus operandi dan proses kewenangan pejabat terkait,” ucap Yadyn.

Mulai Senin (3/2) mendatang, Yadyn tidak lagi bertugas di KPK. Dia telah resmi kembali ke instansi asalnya di Kejaksaan Agung. Namun, dia meyakini suatu saat akan kembali lagi ke KPK.

“Tapi mungkin kita melihat situasi dan strateginya seperti apa,” pungkasnya.

Editor : Deslina
Sumber: Jawapos.com

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Gajah Diego Mati di PLG Minas, Kematian Gajah Kelima di Riau Sepanjang 2026

Gajah jinak bernama Diego (17) mati di PLG Minas akibat infeksi pencernaan kronis. Ini menjadi…

7 jam ago

SMAN 1 dan Darma Yudha Siap Bentrok di Final Putri HSBL 2026 Pekanbaru

Sektor putri SMAN 1 Pekanbaru dan SMA Darma Yudha sukses melaju ke partai final HSBL…

8 jam ago

Sekda Nonaktif Kuansing Didakwa Suap Bupati Dua Mobil Mewah Demi Muluskan Jabatan

Sekda nonaktif Kuansing Zulkarnain didakwa menyuap Bupati nonaktif Suhardiman Amby dengan dua mobil mewah demi…

8 jam ago

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

1 hari ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

1 hari ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

1 hari ago