Categories: Nasional

Pelaku Teror Bom Molotov Terhadap Wartawan di Kampar Ditangkap Polisi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau mengungkap kasus teror bom molotov yang dialami seorang wartawan di Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Rabu (30/12/2020).

Dari penyelidikan Polda Riau, pelaku aksi teror tersebut berjumlah 6 orang, namun baru 4 orang pelaku yang ditangkap Polisi.

"Pelaku berjumlah 6 orang, 4 orang telah ditangkap. Perbuatan mereka sudah terencana dengan baik, mereka melakukan teror dan perusakan terhadap mobil dan rumah milik Nurhayati Syahrani. Ada unsur sakit hati," kata Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Rabu (30/12/2020).

Diungkapkannya, dalam 5 hari kasus tersebut berhasil dibongkar berkat kerjasama dari pihak Polsek, Polres dan Polda Riau.

Kapolda menjelaskan, Selasa (29/12) malam pelaku atas nama Keliman Tirta Agung alias MAN berhasil ditangkap polisi di wilayah Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Pada hari yang sama pula, petugas juga sudah menangkap 3 orang pelaku lainnya terlebih dahulu yang masih berada di Riau. Ketiganya yaitu atas nama Wismar Susanto alias Ucok, Surtimin alias gondrong, kemudian Irwan Jaya. Keenam pelaku menggunakan satu unit mobil Fortuner putih BM 1674 VC dalam melancarkan aksinya.

"Irwan Jaya kita tangkap di Rumbai, dia bertugas dalam melempar bom molotov. Dia yang membeli jerigen dan kebutuhan untuk aksi kejahatan tersebut dan menerima upah dari MAN," jelas Kapolda.

Kemudian dijelaskan, pelaku atas nama Keliman adalah salah satu orang yang merencanakan perbuatan tersebut. Kemudian Sutimin alias gondrong, dia berperan menunjukan lokasi rumah korban dan ikut dalam aksi tersebut.

Selanjutnya, Polisi juga menangkap Wismar Susanto alias Ucok, yang merencanakan pembakaran dan dia juga yang menyuruh pembakaran tersebut. 

"Saat ini masih ada 2 orang lagi kita kejar, Wismar ini juga yang mencari eksekutor," kata Kapolda.

Lebih lanjut, Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan atas kejadian teror bom molotov tersebut, korban dan keluarganya merasa trauma.

"Otak pelaku adalah Wismar Susanto. Tindak pidana ini sudah direncanakan sejak 22 Desember 2020. Motifnya masih terus kita dalami," katanya.

Kombes Zain menjelaskan, bahwa rencana tersebut mereka bahas saat berada di kafe yang berada di kawasan Air Hitam, kemudian mereka membeli jerigen sebanyak 4 unit dan juga sumbu.

Lalu pada malam harinya sekitar pukul 23.00 WIB mereka membeli beli bensin, kemudian kumpul lagi di kafe sekitar wilayah Tapung.

"Lalu mereka berhenti di perkebunan sawit, mereka rakit bom molotov itu dari botol minuman anker yang mereka minum, pada pukul 03.00 dinihari mereka sudah di TKP dan melancarkan aksinya," jelasnya.

Dari pengembangan kasus yang dilakukan Polisi, terungkap juga bahwa para pelaku diperintahkan untuk membakar rumah dan mobil, bila perlu juga orangnya.

"Jadi ini perbuatan yang keji sekali, mereka turun dan dilemparkan molotov tersebut di mobil. Kemudian satu jerigen minyak ditumpahkan di mobil X Trail tersebut," tuturnya.

Di lokasi tersebut, polisi cepat melakukan penangkapan berkat sidik jari pelaku dan info CCTV yang diterima. Bahkan Polda Riau juga menurunkan tim laboratorium forensik untuk mengungkap kasus tersebut.

"Untuk motifnya masih terus kita dalami. Karena memang korban ini tugasnya adalah membantu masyarakat mencari keadilan," ungkapnya.

Dari aksi tersebut, para pelaku dijanjikan uang sebesar Rp30 juta. Namun baru diterima Rp27 juta kepada para pelaku.

"Para pelaku kita kenalan pasal berlapis, karena ada percobaan pembunuhan. Ancaman penjara sampai 12 tahun," jelas Kombes Pol Zain.

Laporan: Panji A Syuhada (Pekanbaru)

Editor: Eka G Putra

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

APBD Rohul 2025 Terserap 92,87 Persen, Pemkab Kembali Raih WTP ke-10 Berturut-turut

Pemkab Rohul mencatat realisasi APBD 2025 sebesar Rp1,9 triliun atau 92,87 persen dan kembali meraih…

1 hari ago

Dari Semak Belukar Jadi Kebun Herbal, Mahasiswa FK Unri Hadirkan Program Lentera TOGA

Mahasiswa FK Unri mengubah lahan kosong di Teluk Makmur, Dumai, menjadi kebun TOGA produktif untuk…

1 hari ago

Tak Lolos SMAN/SMKN? Disdik Riau Siapkan 2.179 Kursi Gratis Lewat Jalur BOSDA Afirmasi

Disdik Riau mengumumkan 70.616 peserta lulus SPMB 2026. Bagi yang belum diterima, tersedia 2.179 kursi…

1 hari ago

Pemko Pekanbaru Kejar Target, Perbaikan Jalan Rusak Tahun Ini Ditargetkan Tembus Lebih dari 42 Km

Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 km pada 2026, disertai pembangunan drainase…

1 hari ago

Buron 3 Tahun, DPO Kasus 15 Kg Sabu di Bengkalis Akhirnya Ditangkap Polisi

Buron 3 tahun kasus 15 kg sabu di Bengkalis berinisial A (48) akhirnya ditangkap Polres…

1 hari ago

Idris Resmi Dilantik Jadi Anggota PAW DPRD Kampar, Gantikan Irwan Saputra

DPRD Kampar melantik Idris sebagai anggota PAW Fraksi PAN untuk sisa masa jabatan 2024–2029 dalam…

1 hari ago