Categories: Nasional

Tak Peduli AS, Turki Terus Kembangkan Kerja Sama Militer dengan Rusia

MOSKOW (RIAUPOS.CO) – Sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat ternyata tak membuat nyali Turki ciut untuk meneruskan kerja sama militer dengan Rusia. Selasa (29/12/2020), Ankara dan Moskow sepakat untuk mengembangkan hubungan militer yang lebih akrab.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov menyatakan, kerja sama militer negaranya dengan Turki tidak akan terhalang oleh sanksi AS terhadap Ankara.

“Kami telah mengonfirmasi niat bersama kami untuk mengembangkan hubungan militer dengan Turki, meskipun ada tekanan yang tidak sah dari Washington (AS),” ujar Lavrov kepada wartawan seusai bertemu Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, di Moskow, Selasa (29/12/2020).

Dalam kesempatan itu, Cavusoglu juga menyatakan akan memproduksi vaksin corona buatan Rusia, Sputnik V, di dalam negeri. Karena itu, Turki meminta lebih banyak informasi dari Rusia tentang vaksin tersebut.

Menurut Cavusoglu, Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca, telah memberi tahu kabinet pada Senin (28/12/2020) bahwa semua kebijakan Ankara terkait vaksin sudah berada di jalur yang benar.

Pada Senin (15/12/2020), AS menjatuhkan sanksi kepada Presidensi Industri Pertahanan Turki (SSB), termasuk ketua dan tiga pegawai lembaga itu. Sanksi tersebut diberikan AS atas keputusan Turki membeli sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia.

Rusia telah mengirimkan sistem rudal S-400 darat-ke-udara (surface-to-air) itu ke Turki pada tahun lalu. Ankara pun telah menguji senjata tersebut pada Oktober kemarin. Turki menegaskan, sistem rudal itu tidak akan diintegrasikan ke dalam sistem NATO dan tidak menimbulkan ancaman.

Akan tetapi, Amerika Serikat menyatakan bahwa S-400 memang menimbulkan ancaman. Tahun lalu, Washington DC pun mengumumkan akan mengeluarkan Turki dari program jet tempur F-35 atas keputusan Ankara membeli senjata Rusia itu.

Menurut sejumlah pengamat, sanksi AS itu dapat membahayakan ekonomi Turki. Pasalnya negeri bekas Ottoman itu kini sedang berjuang keras di tengah perlambatan yang disebabkan oleh wabah virus corona, di samping inflasi dua digit dan cadangan devisa yang sangat terkuras.

Sumber: Reuters/News/Russian Daily/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Mulai Oktober 2026, BI Bebaskan MDR QRIS 0 Persen untuk Semua Pedagang

BI memperluas MDR QRIS 0 persen mulai 1 Oktober 2026. Merchant kecil hingga besar bebas…

7 jam ago

Pemko Pekanbaru Kejar Proyek Jalan Lingkar dan Jembatan Siak V, Ini Alasannya

Pemko Pekanbaru mendorong percepatan Jalan Lingkar dan Jembatan Siak V untuk memperkuat konektivitas serta membuka…

9 jam ago

Bendera Merah Putih 2 Kilometer Membentang di Arena Pacu Jalur Teluk Kuantan

Bendera Merah Putih sepanjang 2 kilometer dibentangkan di Tepian Narosa Teluk Kuantan untuk menyemarakkan Pacu…

10 jam ago

19 Pesepeda Rumbai Gowes Club Siap Taklukkan Riau Pos Gowes Merdeka 2026

Rumbai Gowes Club membawa 19 peserta dalam Riau Pos Gowes Merdeka 2026 pada 30 Agustus.…

11 jam ago

IPDN Buka Seleksi Calon Praja 2026, Anak Meranti Diminta Siapkan Dokumen dari Sekarang

SPCP IPDN 2026 dibuka 18-30 Agustus. Putra-putri Meranti bisa mendaftar dengan memenuhi syarat usia, pendidikan,…

12 jam ago

10.987 Napi di Riau Dapat Remisi Kemerdekaan, 185 Langsung Bebas

Sebanyak 10.987 napi di Riau mendapat remisi Kemerdekaan. Dari jumlah itu, 185 napi menerima Remisi…

12 jam ago