Categories: Nasional

ICW: Polisi Terkesan Menutupi Dua Pelaku Penyiram Novel Baswedan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Peneliti ICW Wana Alamsyah mengatakan, ada kesan Polri menutup-nutupi kasus penyiraman Novel Baswedan setelah ditangkapnya dua anggota kepolisian. Wana melihat polisi tidak mengungkap motif pelaku dalam menyerang penyidik senior KPK itu.

"Bagaimanapun juga informasi yang kami dapatkan adalah informasi yang parsial dari kepolisian semata. Bahwa dua orang pelaku tersebut telah diamankan. Tetapi kami tidak mengetahui, apakah di balik dua pelaku tersebut ada aktor intelektual atau tidak," kata Wana di Kantor ICW, Jakarta Selatan, Minggu (29/12).

Wana menilai harusnya polisi membuka kasus itu selebar-lebarnya. Hal itu penting dalam pembuktian dan penjeratan pasal terhadap dua polisi yang identitasnya masih dirahasiakan itu, hanya dibubuhi inisial RB dan RM.

Menurutnya, apabila ada keterlibatan aktor intelektual, maka para pelaku bisa dijerat pasal yang lebih tinggi, bukan tentang penganiayaan yang dikenakan saat ini. Wana sendiri melihat pelaku bisa dikenakan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Sebab, hal itu melihat cara pelaku menyiram korban seperti yang terekam dalam CCTV.

"Itu telah ada pengondisian pertama kali. Ini jadi bukan hanya penganiayaan semata saja, bukan hanya ketika ada orang ketemu, lalu bertengkar, lalu terjadi penganiayaan. Bukan seperti itu," jelas dia.

Meski begitu, kata Wana, saat ini masalahnya polisi belum menjelaskan kepada publik secara jelas. Apakah kedua polisi itu aktor intelektual atau hanya pelaku lapangan saja.

"Kami pun juga mendorong kepolisian harus tegas dalam konteks penangkapan atau penyerahan diri. Sehingga kami bisa melihat sebenarnya dan juga mengukur bagaimana sebenarnya kinerja kepolisian dalam mengungkap kasus Novel," kata dia. (tan/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Semarak Dies Natalis ke-4, UHTP Gelar Fun Walk di Pekanbaru

Universitas Hang Tuah Pekanbaru menggelar fun walk dalam rangka Dies Natalis ke-4 Tahun 2026 sebagai…

14 jam ago

Pemkab Rohul Mulai Reaktivasi 50.681 Peserta PBI JKN yang Dinonaktifkan

Sebanyak 50.681 peserta PBI JKN di Rohul yang dinonaktifkan sejak Februari 2026 mulai direaktivasi melalui…

15 jam ago

Jembatan Gantung Tanjung Betung Direnovasi, Mobilitas Warga Makin Lancar

Renovasi jembatan gantung di Tanjung Betung yang didukung Polri diharapkan memperlancar mobilitas warga dan menjadi…

16 jam ago

PBBDD Kumpulkan 1.899 Kantong Darah, Lampaui Target Jelang Ramadan

PBBDD berhasil mengumpulkan 1.899 kantong darah dalam baksos donor darah di Pekanbaru, melampaui target untuk…

16 jam ago

Insiden Turis Berbikini, Tokoh Adat Minta Konsep Pariwisata Kampar Diperjelas

Insiden turis berbikini di Danau Rusa disorot tokoh adat Kampar yang mendesak pemerintah daerah memperjelas…

17 jam ago

Satgas Kabel FO Dibentuk, DPRD Pekanbaru Tunggu Aksi Nyata

Satgas penertiban kabel FO telah dibentuk Pemko Pekanbaru. DPRD menunggu aksi nyata agar kota tidak…

18 jam ago