Categories: Nasional

Tarif PSK Maroko Rp 10 Juta, Lokal hanya Rp 1 Jutaan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Nama Kota Bunga Cianjur, Jawa Barat, belakangan sangat ngetop di media sosial (medsos) wilayah Timur Tengah (Timteng). Namun bukan karena aneka wahana wisata indah yang tersaji di sana. Melainkan karena wisata seksual yang ditawarkan beberapa mucikari.

Praktik prostitusi itu akhirnya diendus polisi. Setelah melalui beberapa pengintaian, polisi berhasil membekuk empat mucikari. Merekalah yang mempromosikan wisata seksual Kota Bunga ke pria Timteng.

Hingga kemarin (29/10) sudah ada delapan perempuan yang dijual para mucikari tersebut ke para lelaki mesum asal Timteng. Di antara delapan perempuan itu, satu orang adalah warga Maroko.

Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombespol Agus Nugroho menjelaskan, beberapa waktu lalu memang beredar kabar viral di medsos warga Timteng. Berisi tentang adanya kampung wisata seksual di Kota Bunga Cianjur. Penyidik Dittipidum Bareskrim pun bergerak. ”Ini persoalan nama bangsa,” tegasnya.

Polisi lantas memantau Kota Bunga. Hasilnya, memang benar ada layanan seksual semacam itu di vila-vila tertentu. Namun tidak sebombastis seperti yang diviralkan di medsos Timteng.

Agus memaparkan, empat tersangka yang berperan sebagai mucikari adalah Kunang Jaya alias Om Gress, Amelia Sundari, Nana Supriyatna, dan Oki alias Yandi. ”Mereka diduga bersama-sama memperdagangkan orang,” ucapnya.

Delapan perempuan yang menjadi korban berinisial KH, MN, AY, DK, GN, SA, RT, dan HK. Nah, HK ini merupakan warga Maroko. Sedangkan tujuh lainnya berasal dari Cianjur. ”Tarif untuk HK Rp 10 juta dan korban lainnya dipasangi tarif Rp 1 juta hingga Rp 3 juta,” jelasnya.

HK diketahui telah berkali-kali keluar masuk Indonesia. Berdasar pengakuannya kepada polisi, dia melakukan praktik prostitusi untuk membiayai hidup selama di Indonesia. ”HK ini direkrut Nana Supriyatna dan Oki. Keduanya lalu bekerja sama dengan tersangka lain Kunang Jaya,” bebernya.

Mucikari yang paling berpengaruh dalam kelompok itu adalah Kunang Jaya. Tersangka mengaku telah memperdagangkan lebih dari 50 perempuan. ”Dia juga beroperasi sejak 2015, hampir lima tahun,” urainya.

Kelompok tersebut spesialis mencari lelaki hidung belang asal Timteng. Agus menerangkan, memang jaringan kelompok itu menyasar Timteng. ”Makanya viralnya di sana,” ucap dia di lobi Gedung Awaloedin Djamin Bareskrim Polri kemarin.

Menurut Agus, para korban hanya menerima sekitar 70 persen dari tarif tersebut. Yang 30 persen diambil para mucikari. ”Maka, kami akan terapkan tindak pidana pencucian uang terhadap para mucikari itu,” tegasnya.

 
Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Pilkades Meranti 2026 Terancam Tertunda, Tiga Desa di Meranti Masih Kekurangan Calon

Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…

2 hari ago

Mandi di Sungai Kuantan Saat Pacu Jalur, Pasangan Suami Istri Terseret Arus

Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…

2 hari ago

SBK Apparel Siapkan Doorprize untuk Goweser Riau Pos

SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…

2 hari ago

PSPS Pekanbaru Sapu Bersih Tiga Laga Uji Coba, Modal Hadapi Championship 2026-2027

PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…

2 hari ago

Baru Dua Pekan Ditimbun, Jalan Sontang-Duri Rusak Lagi hingga Bus Nyaris Terguling

Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan, bahkan bus Pinem nyaris terguling. Warga meminta pemerintah segera…

2 hari ago

Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Dikebut, Ditargetkan Dibuka Akhir 2026

Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Pekanbaru sudah mencapai 30 persen dan ditargetkan rampung serta dibuka pada…

2 hari ago