Categories: Nasional

Coldplay Rilis Album Terbaru Music of the Spheres, Terinspirasi dari Banyak Hal

Di usia nyaris seperempat abad, Coldplay belum puas bereksplorasi. Di Music of the Spheres yang rilis Oktober nanti, grup asal Inggris itu bakal menjelajah luar angkasa. Chris Martin dan kawan-kawan menjanjikan musik lintas generasi dan genre.

Laporan: Jawapos.com

COLDPLAY memulai pemanasan jelang rilis album kesembilannya, Music of the Spheres. Pada Mei lalu, mereka merilis lagu Higher Power. Drumer Will Champion menjelaskan, lagu synth-pop itu terinspirasi musik era 1980-an.

’’Aku besar mendengarkan lagu pop era itu. Bagi kami, lagu-lagu itu sudah seperti lagu anak-anak, menancap di otak dan telinga,’’ ungkap Champion.

Coldplay menjadi salah satu band yang terdampak teknologi musik di era digital. Menurut Champion, musik yang didengar belakangan punya sedikit part gitar. Suara drumnya digantikan elektronik atau diprogram. Tren itu membuat Coldplay harus mau terbuka dan bereksperimen dengan instrumen yang ada. Mereka terus menggali genre-genre baru yang menawarkan suara baru.

Sementara itu, vokalis Chris Martin menjelaskan, Higher Power bukan lagu baru. Ide itu lahir ketika dia berendam di bak mandi besar. Gaung dan gema yang dihasilkan saat itu membekas buatnya. Martin lantas membuat ’’sketsa’’, yang dilanjutkan para personel lainnya.

Lagu yang terinspirasi film pertama Star Wars itu mengambil sudut pandang penjelajah. Coldplay menginterpretasikan kehidupan dalam kemasan ”musik alien”.

Higher Power pun kali pertama diperdengarkan di International Space Station dengan bantuan astronot Prancis Thomas Pesquet.

’’Persepsi yang dia punya sejalan dengan kami. Dia bilang ’dari sini, kalian bisa lihat tidak ada batas dan perbedaan. Semuanya satu’. Hal itulah yang kami terus sampaikan lewat lagu, bertahun-tahun,’’ papar Jonny Buckland, gitaris band tersebut.

Higher Power dilanjutkan dengan Coloratura, lagu penutup album berdurasi 10 menit. Lagu tersebut bak lagu ninabobo yang dibawakan penuh penghayatan.

Martin mengakui, di album terbarunya, dia terinspirasi banyak musik Arvo Part, komposer klasik asal Estonia. Coloratura mendapat apresiasi Vivek Maddala, komposer jawara Emmy Awards. Dia menyebutkan, Coldplay dan produser Max Martin cermat mengemas tren harmoni nada yang sederhana.

’’Ada ’kekurangan’ kekayaan emosi di musik pop saat ini, tapi Coldplay dan beberapa lainnya –seperti Billie Eilish dan Silk Sonic (proyek Bruno Mars-Anderson .Paak)– berhasil menutup itu,’’ ungkap Maddala dalam esai terbuka di laman Stereogum.

Maddala menilai, Music of the Spheres akan menandai era baru bagi Coldplay, yang selama lima tahun terakhir rajin mengeksplorasi musik elektronik.

Sementara itu, secara tema, Martin menjelaskan, Music of the Spheres merupakan ”saudara” Everyday Life. Bedanya, di album kedelapan tersebut, kisah mereka lebih personal.

’’Spiritnya adalah membuat lagu tentang yang kami lalui di bumi, rasanya menjadi manusia, tentang orang yang kami lihat… Mungkin karena itu, tidak ada yang mendengarkan Everyday Life,’’ akunya. Martin pun mengaku, album itu sulit didengarkan karena membawanya kembali ke cerita personalnya.

Di album baru nanti, Coldplay menggandeng Max Martin, produser yang menangani Backstreet Boys hingga Taylor Swift. Meski bekerja sama dengan produser yang sangat pop, Martin menggaransi bahwa sentuhan khas Coldplay bakal terdengar.

’’Semua lagu kami klop, semudah itu. Kami tidak perlu memintanya ’menyelam’ atau menambah glitter di materi yang kami punya,’’ papar Martin.

Mereka mengakui, Music of the Spheres tak bakal jauh dari pop. Martin tak menampik, banyak fans lama yang mempertanyakan hilangnya Coldplay ”lama”.

’’Sebagai seniman, kami bersinggungan dengan teknologi dan budaya di sekitar. Saat ini tak ada lagi batasan musik. Pada 2021, semuanya jadi satu. Tidak aneh, kok, menjadi fans Olivia Rodrigo dan AC/DC atau musik yang rilis 70 tahun lagi. Kenapa harus puas di satu ’kotak’ saja?’’ tegas Martin.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Semarak Ramadan, Pemuda Pangkalan Batang Barat Siapkan Menara Lampu Colok Raksasa

Pemuda Pangkalan Batang Barat Bengkalis menyiapkan menara lampu colok dengan 10 ribu botol untuk memeriahkan…

24 jam ago

Tas Berisi Emas Rp48 Juta Dijambret, Dua Pelaku Diamankan Warga di Pangkalankuras

Dua penjambret tas berisi emas senilai Rp48 juta di Pangkalankuras, Pelalawan ditangkap warga setelah merampas…

1 hari ago

10 Titik Penukaran Sampah Disiapkan di Pekanbaru, Warga Bisa Ubah Sampah Jadi Uang

Pemko Pekanbaru menghadirkan program tukar sampah jadi uang melalui 10 drop point. Warga cukup gunakan…

1 hari ago

Oknum Guru Diduga Lecehkan Siswi SMAN di Pekanbaru, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Oknum guru di salah satu SMAN Pekanbaru diduga melakukan pelecehan terhadap siswi saat kegiatan sekolah…

4 hari ago

THR Wajib Dibayar H-7 Lebaran, Disnaker Bengkalis dan Kuansing Buka Posko Pengaduan

Disnaker Bengkalis dan Kuansing menetapkan pembayaran THR pekerja paling lambat H-7 Idulfitri 1447 H dan…

4 hari ago

Bukber Ala Timur Tengah, Whiz Prime Hotel Hadirkan Iftar Sahara Mulai Rp115 Ribu

Whiz Prime Hotel Sudirman Pekanbaru hadirkan program Iftar Sahara dengan menu Timur Tengah dan Nusantara…

4 hari ago