(RIAUPOS.CO) – Suatu hari Icha dan teman-temannya sebanyak enam orang pergi berwisata ke sebuah air terjun.Saking bahagianya, setiap beberapa titik mereka selalu mengambil gambar untuk diabadikan.
Sampai di sebuah jembatan yang terlihat astetik menurut mereka, mereka berhenti lagi untuk berfoto selfie. Setelah itu mereka terus berjalan menanjak. Alih-alih mendengarkan suara derasnya air terjun. Jalan yang mereka lewati justru menuju ke sebuah sungai.
Untung saja mereka bertemu dengan warga setempat dan memberitahu jika setelah jembatan seharusnya mereka ke kiri. Sepanjang perjalanan mereka menggerutu dan menyalahkan pengelola wisata yang tak memberikan petunjuk jalan.
Setelah kembali, mereka tidak jadi marah-marah. Pasalnya di dekat jembatan sudah tertulis arah menuju lokasi air terjun dan bisa dilihat oleh siapapun yang bisa membaca. ”Alamaak, kita berenam kok nggak ada satu pun yang melihatnya,” ujar Icha. “Hahaha, itulah kita kurang literasi,” pungkas temannya yang lain. (anf)
Khas Pekanbaru Hotel menghadirkan promo Happy School Holiday mulai Rp485 ribu per malam untuk menemani…
Wako Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ASN menjadikan nilai Pancasila sebagai landasan kerja dan pelayanan publik…
MUED 2026 menjadi ajang Universitas Riau memperkuat kolaborasi berkelanjutan dengan mitra strategis melalui inovasi dan…
Wabup Rohul menemukan harga TBS sawit di sejumlah PKS masih di bawah ketetapan Pemprov Riau…
Sebanyak 816 peserta MTQ ke-44 Provinsi Riau resmi ditetapkan. Kuansing sebagai tuan rumah mengklaim seluruh…
Dua personel Polres Inhil resmi diberhentikan tidak dengan hormat. Kapolres menegaskan komitmen penegakan disiplin dan…