(RIAUPOS.CO) – Suatu hari Icha dan teman-temannya sebanyak enam orang pergi berwisata ke sebuah air terjun.Saking bahagianya, setiap beberapa titik mereka selalu mengambil gambar untuk diabadikan.
Sampai di sebuah jembatan yang terlihat astetik menurut mereka, mereka berhenti lagi untuk berfoto selfie. Setelah itu mereka terus berjalan menanjak. Alih-alih mendengarkan suara derasnya air terjun. Jalan yang mereka lewati justru menuju ke sebuah sungai.
Untung saja mereka bertemu dengan warga setempat dan memberitahu jika setelah jembatan seharusnya mereka ke kiri. Sepanjang perjalanan mereka menggerutu dan menyalahkan pengelola wisata yang tak memberikan petunjuk jalan.
Setelah kembali, mereka tidak jadi marah-marah. Pasalnya di dekat jembatan sudah tertulis arah menuju lokasi air terjun dan bisa dilihat oleh siapapun yang bisa membaca. ”Alamaak, kita berenam kok nggak ada satu pun yang melihatnya,” ujar Icha. “Hahaha, itulah kita kurang literasi,” pungkas temannya yang lain. (anf)
Pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) di Halaman Kantor…
Pemkab Kepulauan Meranti melalui BPKAD kembali melelang barang milik daerah (BMD) senilai Rp1,91 miliar secara…
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat resmi tiba di Pekanbaru dan disambut dengan jajar hormat,…
Mantan Ketua DPRD Kuansing Marwan Yohanis memberikan catatan kritis pada momentum HUT ke-27 Kabupaten Kuansing…
Nurul Angely dari Kecamatan Kuantan Mudik berhasil keluar sebagai juara pertama ajang Bintang Radio Kabupaten…
Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…