Categories: Nasional

Alat Pemancar Emergency Harus Diregistrasi

DUMAI (RIAUPOS.CO) – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Wilayah Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru, mengadakan sosialisasi sistem deteksi dini di Hotel Grand Zuri Dumai, Rabu (29/6).

Sosialisasi diikuti instansi Pemerintah maupun swasta serta maskapai playaran di Kota Dumai.
Untuk diketahui, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan telah membangun dan mengelola sistem deteksi dini berbasis satelit yang mampu menentukan lokasi dan mendistribusikan informasi distress alert ke pihak-pihak terkait, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Sesuai amanat pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, sosialisasi ini untuk memberikan perlindungan terhadap hidup dan kehidupan termasuk perlindungan dari kecelakaan, bencana dan kondisi membahayakan manusia melalui pencarian dan pertolongan secara cepat, tepat, aman terpadu dan terkoordinasi oleh semua komponen bangsa.

I Nyoman Sidakarya, mengatakan pelaksanaan sosialisasi ini sangat penting sebagai wujud keseriusan pemerintah khususnya Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan terutama di wilayah Provinsi Riau dalam rangka memberikan respon cepat dalam setiap kecelakaan yang terjadi baik pelayaran dan atau penerbangan.

Lanjutnya, Badan Nasional pencarian dan pertolongan saat ini makin berkembang dengan dibangunnya salah satu stasiun penerima sinyal di bumi yang dikenal MEO LUT dengan kecepatan kurang dari 1 menit sinyal distres yang dipancarkan oleh alat yang emergency yang terpasang di kapal (EPIRB), pesawat (PLB)serta pesonal (PLB).

"Oleh sebab itu kami berharap pada penyelenggara pelayaran, pemilik kapal maupun penerbangan agar dapat meregistrasi alat tersebut,” katanya.

Dengan didaftarkannya alat pemancar emergency ini, SAR dapat dengan cepat mengetahui posisi kecelakaan dan secepatnya memberikan pertolongan sehingga fataliti akibat suatu kecelakaan dapat diminimalisir.

Kegiatan ini sengaja kita lakukan di Dumai mengingat aktivitas di laut Dumai sangat tinggi sehingga perlu adanya pengawasan lebih agar segala kemungkinan kecelakaan dan hal-hal yang tidak diinginkan dapat dihindari, pungkasnya.

Sementara, Anggit Mulyo Satoto selaku Kepala Sub Direktorat Penyiapan Dukungan Komunikasi dan Sertifikasi, Direktorat Sistem Komunikasi, Basarnas, mengatakan maksud dan tujuan sosialisasi sistem deteksi dini ini adalah memberikan gambaran sistem deteksi dini yang dimiliki Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan.

"Saya mengajak semua komponen yang mempunyai radio beacon agar meregistrasikan radio beaconnya ke Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan. Dengan meregistrasikan radio beacon secara tidak langsung memberikan data dukung," ucapnya.(mx12/rpg)

 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Sempat Dirawat Hampir Sebulan, JCH Asal Pekanbaru Wafat di Batam Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.

2 hari ago

Kecelakaan Maut di Tol Permai, Dua Meninggal dan Enam Luka Berat

Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.

2 hari ago

Sidang Korupsi Abdul Wahid Kembali Bergulir, Jaksa Soroti CCTV Rusak dan Tas Mewah Hasil Sitaan

Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…

2 hari ago

Wahana FC Sudah Lolos, PSSI Riau Masih Buka Peluang Tambah Satu Wakil

PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…

2 hari ago

Warga Tembilahan Padati Pasar Murah, Harga Bahan Pokok Lebih Bersahabat

Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…

2 hari ago

Jembatan Merah Putih Presisi di Logas Rampung, Akses Warga Kini Lebih Mudah

Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Logas selesai dibangun dan diharapkan mempermudah mobilitas serta aktivitas…

2 hari ago