Categories: Nasional

Bursa Efek Pakistan Diserang Teroris, 5 Tewas

ISLAMABAD (RIAUPOS.CO) – Sebuah serangan brutal di Bursa Efek Pakistan menewaskan sedikitnya lima orang, pada Senin (29/6/2020).  Pejabat di pusat penyelamatan Edhi, Mohammad Azeem mengatakan dalam korban tewas terdapat juga polisi dan pejabat keamanan.

Pusat penyelamatan Edhi adalah sebuah layanan amal terkemuka di wilayah Pakistan. Azeem menambahkan personel keamanan dan paramiliter memang sedang berada di lokasi saat penembakan sedang berlangsung.

Sementara itu Direktur Bursa Efek Pakistan Abid Ali  menjelaskan penembakan dilakukan empat orang. Sebelum melakukan aksinya, pelaku memasuki kompleks bursa efek. Kemudian, mereka menembak secara membabi buta. Ia menambahkan, pelaku tersebut telah berhasil dilumpuhkan oleh pasukan keamanan.

Keempat pelaku tersebut tewas dalam proses tersebut. Kematian keempat teroris ini telah dikonfirmasi oleh Pemerintah Bursa Efek Pakistan.

"Ada empat pelaku yang datang dari tempat parkir, mereka melemparkan sebuah granat ke pintu masuk utama KSE (Bursa Saham) dan kemudian mulai menembak tanpa pandang bulu," kata Ali seperti Dikutip dari CNN.com, Senin (29/6).

"Para pelaku mengenakan seragam yang terlihat seperti seragam polisi, keempatnya telah terbunuh dan situasi saat ini sudah terkendali," tambahnya.

Sementara itu Mayor Jenderal Omar Ahmed Bukhari, Direktur Jenderal Rangers Sindh Pakistan, dan pasukan paramiliter di bawah komando militer negara itu menyatakan kelompok Tentara Pembebasan Balochistan (BLA) telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

"Kami sedang menyelidiki lebih lanjut, untuk mencari tahu siapa orang-orang ini," kata Bukhari.

Sebuah sumber BLA mengkonfirmasi klaim tersebut. "Brigade Majeed dari Tentara Pembebasan Baloch hari ini telah melakukan serangan pengorbanan diri di bursa saham Karachi. Pejuang kami berada di dalam gedung dan telah mengambil kendali atas daerah tersebut," kata BLA.

BLA telah melakukan pemberontakan separatis tingkat rendah terhadap target di Pakistan selama hampir dua dekade belakangan ini. Kelompok ini awalnya dibentuk karena kemarahan atas persepsi monopoli negara atas sumber daya mineral di Provinsi Balochistan.

Sumber: Ansa/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Polres Siak Tetapkan Tersangka Karhutla, Ratusan Ribu Meter Persegi Lahan Terbakar

Polres Siak menetapkan satu tersangka karhutla dan mengungkap tujuh titik kebakaran dengan total luas lahan…

54 menit ago

Truk 10 Roda Tabrak Dinding Jembatan di Inhu, Kendaraan Dialihkan ke Jalur Alternatif

Truk roda 10 menghantam dinding jembatan di Jalan Lintas Timur Inhu hingga melintang dan memicu…

5 jam ago

Pengadaan Peralatan Dapur MBG Rp724 Juta Dipersoalkan, Kasusnya Masuk Polres Inhil

Dugaan penipuan dana pengadaan dapur MBG senilai Rp724 juta di Pulau Burung, Inhil, dilaporkan ke…

5 jam ago

Harga BBM Non-Subsidi Riau Alami Kenaikan per 1 September 2026

Harga bbm subsidi dan nonsubsidi, harga bbm pertamina terbaru per 1 september 2026 di riau…

23 jam ago

Pemkab Kuansing Fasilitasi Pertemuan Masyarakat Koto Baru dan PT RAPP

Dipimpin Plt Bupati Kuansing H Muklisin. Pemkab Kuansing memfasilitasi pertemuan masyarakat Koto Baru dan PT…

1 hari ago

31 Tahun Kopkar RAPP, Bertumbuh dengan Memperkuat Manfaat bagi Anggota

31 Tahun Kopkar RAPP, Bertumbuh dengan Memperkuat Manfaat bagi Anggota. Koperasi karyawan rapp berusia 31…

1 hari ago