Categories: Nasional

Dorong Pengawasan Independen Diatur RUU TPKS

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Komisi Nasional (Komnas) Perempuan meminta mekanisme pengawasan dan pemantauan independen diatur dalam Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS). Tujuannya, memastikan implementasi aturan tersebut bisa berjalan maksimal di lapangan.

Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani menjelaskan, ada enam elemen yang harus dipenuhi dalam RUU TPKS demi penanganan yang maksimal. Yakni, mencakup perluasan definisi pidana, hukum acara yang memudahkan korban, hak pemulihan, keseimbangan hukuman, pencegahan, dan pengawasan.

Nah, di antara enam elemen tersebut, pihaknya mencermati baru lima elemen yang diakomodasi dalam draf terakhir. "Elemen keenam belum ada sama sekali," ujarnya dalam konferensi pers, kemarin (29/3).

Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah Tardi menegaskan, pengawasan dan pemantauan sangat krusial. Tanpa upaya tersebut, pihaknya khawatir pelaksanaan UU TPKS nanti tidak maksimal. Misalnya, korban tidak mendapatkan advokasi yang memadai. "Perlu pengawasan independen yang dilakukan lembaga independen," tuturnya.

Jika pengawasan tidak diatur, lanjut Ami, korban akan kehilangan kesempatan untuk perbaikan atau koreksi terhadap proses yang tidak sesuai. Kewenangan pengawasan dan pemantauan, menurut dia, bisa diberikan kepada lembaga-lembaga yang sudah ada. Misalnya, Komnas HAM, Komnas Perempuan, KPAI, hingga lembaga penyandang disabilitas. (far/c14/bay/jpg)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Sidak Bapanas di Pekanbaru Temukan Minyakita Dijual Jauh di Atas HET

Bapanas menemukan Minyakita dijual hingga Rp20 ribu per liter di Pekanbaru, jauh di atas HET…

9 jam ago

Atasi Banjir Pekanbaru, Dewan Minta Pemko Fokus ke Saluran Pembuangan

DPRD Pekanbaru menilai persoalan drainase menjadi penyebab utama banjir, sementara pemko mengklaim normalisasi terus berjalan.

9 jam ago

Didukung Tokoh Riau, Prof Firdaus Resmi Daftar Bakal Calon Rektor Unri

Prof Firdaus resmi mendaftar calon Rektor Unri 2026–2030 dengan dukungan tokoh adat, ulama dan masyarakat…

10 jam ago

TKA Susulan Digelar 11-14 Mei, Ratusan Siswa Rohil Belum Selesai Ujian

Sebanyak 882 siswa SD di Rohil mengikuti TKA susulan akibat gangguan internet, listrik padam, hingga…

10 jam ago

Sapi Kurban Presiden untuk Bengkalis Dibanderol Rp96 Juta

Sapi kurban bantuan Presiden RI untuk Bengkalis dibanderol Rp96 juta, sementara pengawasan hewan kurban di…

11 jam ago

Razia PETI di Kuansing, 10 Rakit Penambang Emas Ilegal Dibakar Polisi

Polres Kuansing kembali menertibkan aktivitas PETI dengan memusnahkan 10 rakit penambang emas ilegal di Kuantan…

11 jam ago