Categories: Nasional

Jadi Tradisi dan Ladang Rezeki

Ziarah kubur menjelang Ramadan jadi satu hal yang lumrah di masyarakat. Momen ini biasa dimanfaatkan masyarakat untuk menyambangi makam orang tua, keluarga dan kolega yang telah mendahului. Di sisi lain, tradisi ini pun jadi ladang rezeki tambahan bagi warga sekitar yang bisa melihat peluang.

Laporan SITI AZURA, Pekanbaru

Menjelang Ramadan, tempat pemakaman umum (TPU) di Kota Pekanbaru ramai didatangi. Tak terkecuali TPU yang ada di Jalan Air Hitam. Sejak pekan lalu, aktivitas ziarah kubur mulai tampak di area pemakaman ini.

Bersamaan dengan itu, pedagang kembang dan jasa bersih kubur pun menjamur. Biasanya mereka ngetem di depan gerbang-gerbang TPU, tempat kendaraan parkir. Satu di antara pedagang itu ialah Dewi. Ia melepas bunga tersebut dengan harga Rp5.000 per bungkusnya.

“Setiap jelang Ramadan, rutin jualan di sini. Biasanya dua pekan sebelum Ramadan sudah mulai ramai,” ujarnya.

Kembang-kembang yang dibungkus dalam plastik bening berisi air dan irisan pandan itu biasa dibawa peziarah ke makam yang mereka kunjungi. Kembang tersebut disiramkam dan ditaburkan ke makam. Per hari, Dewi biasanya bisa menjual 10 hingga 20 bungkus.

Sementara itu, rezeki juga mengucur ke pembersih makam. Makam yang biasanya ditumbuhi rumput liar dan debu jadi harapan rezeki mereka. Satu di antara pejaja jasa tersebut ialah Anton. Remaja itu menawarkan jasanya kepada setiap peziarah yang baru tiba di TPU.

Bermodal cangkul dan parang, ia pun bergerak memberishkan makam. Soal upah, Anton tak kesah. Ia menerima seikhlasnya saja. “Alhamdulillah banyak juga yang ingin makam keluarganya dibersihkan. Biasanya kita cabut rumput liarnya dan bersihkan makamnya dari debu,” ujarnya.

Sementara itu, peziarah pun mengaku terbantu atas keberadaan pedagang kembang dan pembersih kubur. Ini diakui oleh Erni dan Ira. Keduanya juga membeli kembang dan menggunakan jasa Anton.

“Terbantu juga kita. Sekaligus bisa berbagi rezeki juga,’’ ujarnya yang saat itu mengunjungi makam sang ayah yang telah wafat 6 tahun lalu.

Jumlah pembersih kubur juga cukup banyak. Jadi, walaupun peziarah ramai yang datang, jasa pembersih kubur seperti Anton tetap tersedia.***

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Aktivitas Tambang Ilegal Dibongkar, Lima Rakit PETI Dibakar Polisi

Polsek Kuantan Mudik menertibkan PETI di areal PT KTBM dan memusnahkan lima rakit tambang ilegal…

1 jam ago

Bengkalis Usulkan 5 Lokasi Sekolah Nasional Terintegrasi, Kecamatan Ini Jadi Sorotan

Pemkab Bengkalis mengusulkan lima lokasi pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dengan konsep pendidikan terpadu bertaraf internasional.

1 jam ago

Keluhan Warga Meningkat, Wabup Rohul Minta PLN Benahi Pasokan Listrik

Wabup Rohul meninjau UPTD PAB Ujungbatu dan meminta PLN segera menstabilkan pasokan listrik demi layanan…

2 jam ago

3.000 Peserta dan 12 Mobil Hias Semarakkan Pawai Waisak di Pekanbaru

Pawai Waisak di Pekanbaru berlangsung meriah dengan 3.000 peserta dan 12 mobil hias meski sempat…

4 jam ago

Kasus Sadis Sopir Truk Minyakita di Pekanbaru Terungkap, Rekan Kerja Jadi Otak Pelaku

Polisi mengungkap kasus pembunuhan sopir truk Minyakita di Pekanbaru. Rekan kerja korban diduga menjadi otak…

5 jam ago

Jalan Pasar Modern Telukkuantan Mulai Diperbaiki, Warga Sambut Gerak Cepat PUPR

PUPR Kuansing mulai memperbaiki Jalan Pasar Modern Telukkuantan yang rusak dan berlubang menjelang Iduladha.

1 hari ago