Categories: Nasional

Tiga Pimpinan KPK Ajukan JR UU 19/2019 ke MK

JAKARTA(RIAUPOS.CO)– Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan uji materi atau judicial review (JR) terkait Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK). Sebagai penyelenggara Undang-Undang KPK menunggu putusan MK yang dianggap konstitusional.

“Sebenarnya MK belum menguji dan masuk paada pokok perkaranya. Jadi belum menguji apakah substansi dari UU 19/2019 ini bertentangan dengan konstitusi atau tidak. Jadi masih pada aspek objeknya saja, karena itu yang kami dengar informasinya,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah, Jumat (29/11).

Tidak hanya masyarakat yang mengajukan judicial review UU KPK hasil revisi. Tapi juga tiga pimpinan KPK yakni Agus Rahardjo, Saut Situmorang dan Laode M Syarief beserta sembilan elemen masyarakat sipil lainnya, yang secara bersamaan menggugat UU KPK hasil revisi.

Febri mengharapkan, agar proses persidangan gugatan terhadap UU 19/2019 tentang KPK dapat berjalan terbuka. Hakim konstitusi pun diminta dapat menjaga independensinya dalam menguji Undang-Undang tersebut.

“Publik termasuk KPK cukup menunggu bagaimana pendapat konstitusional atas UU KPK hasil revisi oleh MK dan persidangannya juga terbuka untuk umum, jadi publik bisa melihat hal itu. Termasuk JR yang pemohonnya ada tiga unsur pimpinan KPK,” harap Febri.

Sebelumnya, MK menolak gugatan uji materi atau judicial review (JR) terkait Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK). MK menilai, objek gugatan tersebut salah.

“Mengadili, menyatakan permohonan para pemohon tidak dapat diterima,” kata Ketua MK Anwar Usman membacakan amar putusan di Gedung MK, Jakarta, Kamis (28/11).

Anwar menjelaskan pemohon uji materi, Zico Leonard, salah mencantumkan nomor UU yang hendak digugat. Pemohon malah menulis UU Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas UU 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

“Dengan demikian, permohonan pemohon tidak dapat dipertimbangkan karena salah objek, error in objecto,” tegas Anwar.

Editor :Deslina
Sumber: Jawapos.com

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Sidak Kecamatan Marpoyan Damai, Wako Pekanbaru Minta Pelayanan Lebih Cepat

Wali Kota Pekanbaru sidak Kecamatan Marpoyan Damai dan menekankan pelayanan cepat serta kenyamanan warga.

16 jam ago

Distankan Pekanbaru Periksa 3.754 Hewan Kurban, Belum Temukan Kasus Penyakit

Distankan Pekanbaru telah memeriksa 3.754 hewan kurban dan memastikan belum ditemukan kasus penyakit.

16 jam ago

Tiga Wakil Rektor Umri Dilantik, Siap Perkuat Tata Kelola Berstandar Internasional

Umri melantik wakil rektor baru dan menargetkan penguatan tata kelola kampus menuju standar internasional.

16 jam ago

Unri Lepas 1.891 Wisudawan, Alumni Diminta Jaga Nama Baik Almamater

Universitas Riau mewisuda 1.891 lulusan dan mengajak alumni menjadi generasi adaptif, inovatif, serta berdaya saing.

16 jam ago

Polres Bengkalis Menang Praperadilan Kasus Karhutla di Rupat Utara

PN Bengkalis menolak gugatan praperadilan kasus karhutla dan menguatkan keabsahan proses penyidikan Polres Bengkalis.

1 hari ago

Sehari Dicari, Pegawai PNM Pelalawan Ditemukan Mengapung di Sungai Indragiri

Pegawai PNM Ukui, Ardi Yahya, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Indragiri, Inhu

1 hari ago