Categories: Nasional

Batik pada Sutra untuk Ekor Gaun

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Eksplorasi batik memang tak habis-habis. Misalnya yang ditampilkan dalam karya kolaborasi desainer Eko Tjandra dan Diah Gardenia Jumat malam (27/9). Batik dituangkan pada kain sutra.

Sebanyak 18 look yang disuguhkan mencakup busana ready-to-wear, evening gown, hingga kebaya kontemporer. Untuk evening gown dan kebaya, elemen uniknya adalah ekor batik pada kain sutra yang dilukis sendiri oleh Diah.

"Biasanya saya kalau melukis satu kain sutra dengan batik itu perlu waktu sekitar enam bulan. Tapi, kali ini saya membuat lima pieces hanya dua bulan saja," terangnya dalam sesi presscon yang digelar sebelum Parade Fashion Rooftop Barbecue Dinner di Vasa Hotel.

Batik di atas sutra karya Diah mempunyai ciri khas warna-warna cerah.

"Mungkin banyak yang bilang kalau ini batik Jawa Timur-an karena warna-warni. Tapi, sebenarnya saya nggak spesifik pada motif daerah tertentu," jelasnya.

Diah mengungkapkan, batik karyanya merupakan ekspresi yang sedang dirasakan.

"Kebanyakan memang lebih ke arah alam," sambungnya.

Mulai bunga, daun, hingga hewan. Untuk karyanya kali ini, ada yang menggunakan motif teratai.

"Lalu di atasnya ada seribu bulu merak yang saya lukis satu per satu," terangnya tentang karya yang malam itu dikenakan Jessica Odilia, 3rd runner-up Miss Grand Indonesia 2019.

Diah juga berbagi tip dalam melukis batik di kain sutra yang licin. Memang perlu kesabaran ekstra.

"Saat melukis satu bagian kain, di sekelilingnya harus dikasih peniti sebagai penyangga," urainya.

Sementara itu, bagi Eko, kolaborasi tersebut menjadi hal yang spesial. Dia mencontohkan desain kebayanya.

"Kalau biasanya kebaya itu atasannya brokat dan bawahannya batik, ini dari atas sampai bawah saya pakai brokat. Motif batiknya ditambahkan pada bagian ekor," tuturnya.

Hasilnya, busana elegan dengan unsur budaya yang kuat, tapi juga ada sentuhan modern.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Sempat Dirawat Hampir Sebulan, JCH Asal Pekanbaru Wafat di Batam Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.

1 hari ago

Kecelakaan Maut di Tol Permai, Dua Meninggal dan Enam Luka Berat

Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.

1 hari ago

Sidang Korupsi Abdul Wahid Kembali Bergulir, Jaksa Soroti CCTV Rusak dan Tas Mewah Hasil Sitaan

Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…

1 hari ago

Wahana FC Sudah Lolos, PSSI Riau Masih Buka Peluang Tambah Satu Wakil

PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…

1 hari ago

Warga Tembilahan Padati Pasar Murah, Harga Bahan Pokok Lebih Bersahabat

Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…

1 hari ago

Jembatan Merah Putih Presisi di Logas Rampung, Akses Warga Kini Lebih Mudah

Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Logas selesai dibangun dan diharapkan mempermudah mobilitas serta aktivitas…

1 hari ago