Categories: Nasional

Margarito: Presiden Jangan Melihat Jumlah Massa Demo Mahasiswa

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis mengatakan Presiden Jokowi hanya perlu konsisten terhadap revisi UU KPK (perubahan Undang-Undang Nomor 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi) yang telah disahkan DPR.

Hal ini disampaikan Margarito saat dimintai pandangan terkait polemik perlu tidaknya Perppu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang) tentang KPK diterbitkan oleh Presiden Jokowi guna menjawab keinginan mahasiswa yang melakukan demonstrasi di berbagai daerah.

"Sejauh ini menurut saya tidak ada keadaan yang cukup kuat dijadikan dasar mengeluarkan Perppu. Ini soal biasa saja asal presiden itu menggunakan seluruh akal sehatnya mengenal dan menganalisis soal ini. Yang harus dilakukan presiden adalah dia konsisten terhadap yang dia putuskan," kata Margarito kepada JPNN, Minggu (29/9).

Dalam pandangan mantan Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara ini, apa yang sejauh ini diputuskan Jokowi terkait UU KPK masuk akal dilihat dari semua sudut. Argumen yang disampaikan mengenai perubahan UU tentang lembaga antirasuah itu juga logis.

Lebih jauh, pria kelahiran Ternate, Maluku Utara ini memberikan pertimbangan bahwa berbagai aksi demonstrasi yang sekarang terjadi tidak mengusung isu tunggal, tetapi bermacam-macam. Sehingga tidak beralasan untuk dikristalkan menjadi isu KPK semata.

Kemudian, isu KPK yang belakangan bergulir menurutnya dibuat oleh pihak KPK sendiri. Sebab, katanya, sudah beredar informasi bahwa sebelumnya ada pertemuan elemen mahasiswa dengan KPK.

"Jadi sebenarnya dibikin-bikin saja ini (isu KPK). Melihat keadaan kemarin itu hanya keadaan yang bersifat artificial," tukas Margarito.

Lebih spesifik soal KPK sendiri, dia meminta Presiden Jokowi membuka mata dan brangkas data tentang kasus-kasus besar di lembaga antirasuah itu yang tidak pernah tuntas. Mulai skandal bailout Bank Century, hingga perkara RJ Lino di Pelindo II. Belum lagi ribuan laporan masyarakat yang tidak ketahui posisinya.

Terakhir, presiden jangan melihat jumlah orang yang melakukan aksi di jalanan sebagai dasar tindakan. Bila itu yang dijadikan pertimbangan, kata Margarito, maka akan berbahaya sekali bagi masa depan demokrasi di negara ini. Sebab, isu yang dimainkan di jalanan dapat direkayasa.

"Kalau anda bekerja berdasar jumlah-jumlah yang kayak begitu, maka gampang saja, kapan-kapan orang tidak suka dengan anda, gerakin orang dengan segala cara dan arugumen untuk merontokkan anda. Apa begitu negara ini mau diselenggarakan?" tutur Margarito.

Oleh karena itu, pihaknya berharap suami Iriana itu jangan sampai mengada-ada, mengarang bahwa keadaan yang genting dan memaksa sebagai dasar menerbitkan Perppu tentang KPK. Margarito juga menyayangkan karena presiden tidak punya pembantu yang kredibel secara konseptual untuk bicara soal ini semua.(fat/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Sunat Massal dan Cek Kesehatan Gratis Disambut Antusias, Warga Rohul Ucapkan Terima Kasih

Program sunat massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Rohul mendapat apresiasi warga karena membantu meringankan…

2 hari ago

Lolos Fase Gugur untuk Pertama Kali, Afrika Selatan Siap Hadapi Kanada

Afrika Selatan mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dan…

2 hari ago

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, BRK Syariah Siap Sukseskan SE2026

BRK Syariah mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan mengajak masyarakat berpartisipasi demi terwujudnya data ekonomi…

2 hari ago

Mahasiswa Umri Jadi Korban Pemukulan Saat Demo di DPRD Riau, IMM Desak Investigasi Transparan

Mahasiswa Umri menjadi korban pemukulan saat aksi di DPRD Riau. IMM Pekanbaru mendesak aparat mengusut…

2 hari ago

Longsor Terjang Lembah Anai, Jalan Utama Padang–Bukittinggi Tak Bisa Dilalui

Longsor menutup jalur Padang–Bukittinggi di Lembah Anai. Akses dua arah ditutup total sementara demi keselamatan…

2 hari ago

Pendaftaran SMP Negeri Pekanbaru Segera Ditutup, Ribuan Calon Siswa Berebut Kursi

Pendaftaran SPMB SMP negeri Pekanbaru hampir berakhir. Jalur domisili mencapai 98 persen, sementara kuota sekolah…

2 hari ago