Categories: Nasional

8000 Pengungsi Rusuh Wamena

(RIAUPOS.CO) — Kondisi Wamena, Papua berangsur-angsur pulih. Gelombang pengungsian mulai menurun. Saat ini terpantau ada sekitar 8 ribu pengungsi akibat kerusuhan tersebut. Namun, ancaman kerusuhan masih terbuka, khususnya akibat setting-an dari kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Kabidhumas Polda Papua Kombespol AM Kamal menilai, penyebab kerusuhan itu karena adanya sekelompok orang berseragam sekolah. Mereka mencoba masuk ke SMA PGRI Wamena. Namun, dilihat-lihat orang-orang tersebut usianya lebih dari 25 tahun. ”Mereka mengajak demonstrasi dan melakukan aksi kekerasan,” ujarnya.

Hingga akhirnya, kerusuhan di Wamena pecah. Polda Papua memiliki saksi seorang siswa yang dipukuli akibat menolak ikut demonstrasi yang berujung aksi kekerasan tersebut. ”Memang ada kemungkinan kelompok ini KKB dan mereka menyebar hoaks guru rasis di SMA tersebut,” tuturnya.

Terkait kasus kerusuhan tersebut, Polda Papua telah menetapkan tiga tersangka. Ketiganya diduga terlibat dalam aksi kerusuhan yang membuat 31 orang warga meninggal dunia. ”Tapi, kalau gembongnya belum ya,” paparnya.

Polda Papua tengah fokus mencegah adanya kelompok tertentu yang memanfaatkan isu rasisme untuk membuat kerusuhan. Dia menuturkan, Wakapolda telah menggelar pertemuan dengan 90 tokoh adat dan gereja. ”Tujuannya untuk meminta agar masyarakat menahan diri bila mendapatkan informasi rasisme kembali,” paparnya.

Selain itu, akan dikombinasikan dengan patroli dialog antara kepolisian dengan setiap masyarakat. Diharapkan bila ada orang mencurigakan menyebar hoaks tertentu bisa dilaporkan. ”Hingga bisa dicegah untuk membuat sesuatu yang lebih besar,” ujarnya.

AM Kamal menjelaskan bahwa pelayanan umum di Wamena telah dibuka, tidak lagi ada mobilisasi massa. Saat ini jumlah pengungsi mencapai 8 ribu orang. ”Itu pengungsi yang karena rumahnya terbakar atau sebagainya,” paparnya.

Danlanud Silas Papare Marsekal Pertama Tri Bowo Budi Santoso menuturkan, hingga sore kemarin ada 1.500 orang pengungsi yang diangkut dari Wamena ke Jayapura. Mereka diangkut menggunakan pesawat Hercules. TNI AU mengoperasikan dua pesawat Hercules dan satu pesawat CN 235.

”Rata-rata kami siapkan tiga flight minimal. Akan kami optimalkan bisa empat flight. Itu pun melihat cuaca mudah-mudahan bagus,” terang Tri Bowo. Setiap penerbangan dari Jayapura, lanjut dia, selalu membawa barang-barang logistik untuk disalurkan kepada pengungsi di Wamena.

Pulangnya, tentu mengangkut pengungsi yang sakit, ibu dan anak, hingga korban luka untuk dirawat di Jayapura. ”Satu kali penerbangan pesawat bisa mengangkut sekitar 170 orang,” imbuhnya.

Pengungsi yang tiba di Jayapura ditempatkan di beberapa tempat. Yakni, Lanud Silas Papare, Batalyon Rider 751, Resimen Induk Kodam XVII/Cendrawasih, dan masjid Al Aqsa Jayapura. Kemarin, satu pesawat Hercules harus pulang ke Jawa untuk melakukan perawatan.

Pesawat tersebut juga mengangkut pengungsi asal Jawa sebanyak 200 orang. Sebagai gantinya, TNI AU menerbangkan dua pesawat Hercules. ”Satu lagi tambahan pesawat. Malam ini (kemarin, red) sudah mendarat di Biak,” kata perwira dengan satu bintang di pundak tersebut.

 

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

25 Dapur MBG Dibangun di Daerah 3T Inhu, Sekda Turun Langsung Meninjau

Pemkab Inhu membangun 25 dapur SPPG MBG di daerah 3T tahun 2026. Sekda Inhu meninjau…

2 hari ago

Bupati Kuansing Optimalkan Lahan Bekas Tambang untuk Ketahanan Pangan

Pemkab Kuansing berkomitmen mengubah bekas lahan tambang menjadi pertanian produktif demi mendukung IP 200 dan…

2 hari ago

Bupati Siak Teken Komitmen Manajemen Talenta ASN Bersama BKN

Pemkab Siak menandatangani komitmen manajemen talenta ASN bersama BKN untuk memperkuat sistem merit dan menempatkan…

2 hari ago

Tumpukan Limbah Kayu Ancam Sungai Bukit Batu Bengkalis

Tumpukan limbah kayu mencemari Sungai Bukit Batu Bengkalis. Warga khawatir dampak lingkungan dan mendorong penyelesaian…

2 hari ago

UMK Meranti 2026 Belum Berjalan Optimal, Pemkab Meranti Siapkan Aturan Khusus

Penerapan UMK 2026 di Meranti dinilai belum optimal. Pemkab pun menyiapkan Perbup sebagai aturan teknis…

2 hari ago

PSMTI Riau Matangkan Persiapan Musprov V, Pemilihan Ketua Jadi Agenda Utama

PSMTI Riau akan menggelar Musprov V akhir pekan ini di Pekanbaru untuk memilih ketua definitif…

2 hari ago