Categories: Nasional

Manfaatkan Minyak Jelantah untuk Tingkatkan Ekonomi

(RIAUPOS.CO) – MASIH ada yang beranggapan minyak sisa pemakaian atau minyak jelantah sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi. Sehingga masyarakat lebih memilih membuangnya, karena tentu saja sudah tidak baik untuk dikonsumsi lagi.

Minyak goreng atau jelantah merupakan limbah non-B3, yang tidak hanya berdampak pada kesehatan melainkan pencemaran lingkungan jika dibuang sembarangan.  Dampak membuang minyak jelantah sembarangan salah satunya dapat menyumbat saluran air atau drainase. Akibatnya saluran air akan kotor yang menjadi tempat berkembang biak bakteri dan akan menimbulkan penyakit.

Selain itu, membuang minyak jelantah ke tanah juga bukan solusi yang baik. Pasalnya, tanah akan menyerap minyak tersebut dan menggumpalkan dan menutup pori-pori tanah. Tanah akan keras, dan menyebabkan banjir. Padahal, limbah rumah tangga ini memiliki potensi ekonomi yang cukup besar jika dikelola dengan benar.

Pimpinan CV Arah Baru Sejahtera M Rizky Ramadhan mengajak masyarakat untuk tidak lagi membuang minyak jelantah, karena minyak tersebut masih bisa dimanfaatkan dan bernilai ekonomi.  “Kami peduli lingkungan, peduli kesehatan juga. Banyak pelaku usaha dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang bahan pembuat makanannya minyak goreng. Daripada dibuang atau disalahgunakan, mending disalurkan ke kita,” katanya, Sabtu (28/8).

Dijelaskan Rizky, pihaknya mengumpulkan minyak jelantah sawit dari masyarakat, aktivis, pengusaha, dan lain-lain, untuk kemudian diekspor ke luar negeri, sebagai bahan untuk membuat biodiesel.

Ia mengatakan, di luar negeri seperti di negara-negara di Eropa menggunakan biodiesel untuk kendaraan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan biosolar. “Kami ada program Bank Jelantah Pekanbaru, yaitu inovasi untuk masyarakat, lingkungan, kesehatan, dan dampak ekonomi. membantu pelaku usaha, baik restoran, kafe, dan UMKM. Kami juga bekerja sama dengan Yayasan Sahabat Cinta Umat untuk program sedekah jelantah, nantinya disalurkan untuk kesehatan, pendidikan, dan kegiatan sosial lainnya,” ucapnya.

Rizky menjelaskan, masyarakat dapat menjual minyak jelantah kepadanya, bisa melalui Bank Jelantah, atau datang langsung ke CV Arah Baru Sejahtera. Harga standar per kilo minyak jelantah adalah Rp7 ribu di Arah Baru Sejahtera.

“Kami mengumpulkan, minyak jelantah dari masyarakat Riau, tiap kabupaten kota udah ada supplier. Dengan program Bank Jelantah, ada Bank Jelantah Bengkalis, Bank Jelantah Duri, Bank Jelantah Tembilahan, dan lain-lain. Kalau masyarakat langsung datang ke sini juga tidak apa-apa,” jelasnya, “Setiap kabupaten kota di Riau kita udah ada mitra, tinggal komunikasikan saja jika ingin bersinergi,” imbuh dia.

Dalam satu bulan, Rizky mengatakan pihaknya mengirimkan sekitar tiga kontainer dengan berat 21 ton per kontainer. Namun jumlah ini menurun menjadi dua kontainer di masa pandemi Covid-19.  Sebelum diekspor, minyak jelantah yang telah dikumpulkan terlebih dahulu disaring atau difilter, dan dilakukan uji lab sesuai dengan spesifiksi yang diminta negara tujuan ekspor. “Labnya di Politeknik Kampar,” tuturnya

Rizky berharap, dengan hadirnya Bank Jelantah atau pengumpul minyak jelantah dapat membuat masyarakat tidak lagi membuang minyak jelantah sembarangan. Selain bermanfaat untuk lingkungan, dengan menjual minyak jelantah kepada orang yang tepat juga dapat menjadikannya bernilai ekonomi. (ali)

 

Laporan MUJAWAROH ANNAFI, Pekanbaru

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Resmi! Batas Pelaporan SPT Orang Pribadi Mundur Jadi 30 April

Pemerintah perpanjang batas lapor SPT hingga 30 April 2026. Wajib pajak kini punya waktu tambahan…

8 jam ago

Penertiban PETI, Polisi Musnahkan 9 Rakit di Inhu dan Kuansing

Polisi musnahkan 9 rakit PETI di Inhu dan Kuansing. Pelaku diduga kabur sebelum petugas tiba…

9 jam ago

SPBU Terbatas, Warga Bagansiapiapi Harus Antre Lama Isi BBM

Warga Bagansiapiapi antre BBM hingga 1 jam usai Lebaran. Lonjakan konsumsi picu antrean, pemerintah pastikan…

9 jam ago

Kriteria Diperketat, Penerima Bantuan Pangan di Pekanbaru Justru Meningkat

Pemko Pekanbaru perketat kriteria bantuan pangan, namun jumlah penerima naik jadi 63 ribu KK lewat…

10 jam ago

Jalan Rusak di Pekanbaru, Lubang di HR Soebrantas Bikin Pengendara Waswas

Lubang besar di Jalan HR Soebrantas Pekanbaru membahayakan pengendara. Warga minta segera diperbaiki karena rawan…

10 jam ago

Kebakaran Meluas di Rupat Bengkalis, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api

Karhutla di Rupat Bengkalis meluas hingga 50 hektare. Kemarau, akses sulit, dan minim air jadi…

1 hari ago