Categories: Nasional

Kasus Meninggal Pertama di Dumai

DUMAI (RIAUPOS.CO) — Salah satu pasien positif di Dumai dinyatakan  meninggal  dunia pada Jumat  (28/8) pagi.  Kasus pasien positif Covid-19 meninggal tersebut menjadi kasus  pertama  di Kota Dumai.

"Dengan  penambahan  tersebut  sehingga total kasus terkonfirmasi positif di kota Dumai menjadi 83 kasus," ujar  Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Dumai dr Syaiful saat dikonfirmasi.

Ia mengatakan  pasien  meninggalkan tersebut merupakan seorang laki-laki berusia 66 tahun berinisial  Tuan  K warga  Kelurahan  STDI Kecamatan Dumai Barat.

"Pasien ini sudah dirawat sebagai suspek di RSUD Kota Dumai sejak 23 Agustus 2020 lalu, pasien juga  punya riwayat penyakit terkait paru-paru, jadi ada penyakit  penyerta," terangnya.

Mantan Direktur RSUD Kota Dumai itu menyebutkan pasien sudah dikebumikan dengan protokol kesehatan Covid-19.

"Memang awalnya ada penolakan dari keluarga pasien, namun setelah dijelaskan, keluarga pasien menerima dan mau di makamkan dengan protokol kesehatan," tuturnya.

Selain itu, pasien positif Covid-19 lainnya yakni Tuan B (30) juga warga Kelurahan STDI. Pasien ini juga sudah ditetapkan sebagai suspect pada 23 Agustus dan dirawat di RSUD Kota Dumai. "Kemudian Tuan MKH (45) dan Nonya NA (36) mereka berdua hasil swab mandiri di Eka Hospital Pekanbaru dan hasilnya positif, mereka suami istri," terangnya.

Selanjutnya Tuan KH (35) warga Dumai Selatan. Pasien ini tidak memiliki riwayat perjalanan namun memiliki keluhan demam, batuk dan pusing kemudian di-swab hasilnya terkonfirmasi positif. "Terakhir Nonya ADA (36) warga Kecamatan Dumai Selatan, belum diketahui riwayat penularannya dan sedang di-tracing," sebutnya.

Ia mengatakan dengan adanya kasus positif Covid-19 meninggal dunia ini di Kota Dumai bahwa Covid-19 ini sangat berbahaya. Sehingga masyarakat diminta selalu taat terhadap protokol kesehatan yang ada.

"Disiplin terhadap tiga hal gunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak," tuturnya.

Tiga hal tersebut sudah sangat cukup untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kota Dumai. "Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19 akan semakin membuat Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Dumai semakin hari semakin bertambah," sebutnya.

Ia mengatakan saat ini perlu adanya kesadaran bersama, semua tergantung kita semua di Kota Dumai. "Jika taat protokol kesehatan Covid-19, kasus bisa ditekan, tapi jika tidak kasus akan terus melonjak, dan tentunya kita tidak menginginkan hal tersebut," katanya.

Pria yang akrab disapa Bang Ipul itu menyebutkan payung hukum penerap protokol kesehatan saat ini dalam tahap finalisasi.

"Awal September 2020 sudah diterapkan, untuk itu kami minta masyarakat tetap menaati protokol kesehatan Covid-19," tutupnya.(sol/ali/hsb)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Wali Kota Pekanbaru Tegas, Sekolah Tak Boleh Lagi Tahan Ijazah karena Tunggakan

Pemko Pekanbaru membuka pengaduan bagi warga yang ijazah anaknya masih tertahan karena tunggakan biaya pendidikan.

22 menit ago

Sengketa Kebun Sawit di Tambusai Utara Memanas, 25 Warga Jadi Korban Penyerangan

Sengketa lahan sawit 2.000 hektare di Rohul kembali memanas. Warga membantah klaim mediasi Agrinas dan…

59 menit ago

Puluhan Siswa di Kampar Mendadak Mual dan Muntah Usai Makan Menu MBG

Sebanyak 81 siswa SMK 1 Tapung Hulu diduga keracunan usai menyantap makanan MBG. Sampel makanan…

1 jam ago

Kejari Pekanbaru Segera Gelar Perkara Kasus SPPD Fiktif, Ini yang Masih Ditunggu

Kasus dugaan SPPD fiktif dan makan minum Setwan Pekanbaru masih disidik. Lebih 100 saksi diperiksa…

21 jam ago

101 Koperasi Merah Putih di Meranti Sudah Dibentuk, Tapi Belum Satu Pun Beroperasi

Sebanyak 101 Koperasi Merah Putih telah terbentuk di Kepulauan Meranti, namun hingga Agustus 2026 belum…

21 jam ago

Menang Dua Gim, Jonatan Christie Ungkap Tantangan di Laga Perdana Kejuaraan Dunia

Jonatan Christie menang atas Matthias Kicklitz di Kejuaraan Dunia BWF 2026. Rehan/Gloria juga melaju setelah…

21 jam ago