Site icon Riau Pos

Menongkah Kerang Harus Dilestarikan

menongkah-kerang-harus-dilestarikan

Manongkah kerang merupan tradisi unik dan sangat langka yang dimiliki masyarakat Suku Duanu. Tradisi ini harus tetap dipertahankan hingga masa-masa mendatang.

Hal ini disampaikan Bu­pati Indragiri Hilir HM Wardan sebagai upaya melestarikan sebuah budaya yang merupakan warisan bangsa. Karena hal semacam itu tidak dimiliki oleh daerah lain. "Ini sebuah tradisi yang sangat unik dan langka sekali. Wajar jika kita mempertahankannya,"kata HM Wardan.

Pemerintah Kabupaten Inhil juga telah melakukan berbagai upaya untuk melestarikan budaya-budaya semacam itu. Seperti melaksanakan iven wisata Manongkah Massal beberapa tahun lalu.

"Kita masih ingat. Dimana Manongkah Massal, telah mencatatkan rekor sejarah yang membanggakan untuk Indragiri Hilir," urainya.

Menongkah Massal yang dilakukan komunitas Suku Duano mendapat penghargaan dari Musium Rekor Indonesia (Muri) dengan kategori Menongkah Massal yang melibatkan lebih dari 500 peserta.

Melalui semangat tersebut, setiap Juli, Pemkab Inhil  mengadakan Festival Menongkah. Lokasinya di Pantai Bidari, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Merah. Pada iven itu ribuan masyarakat akan berkunjung ke sana. "Tak hanya masyarakat setempat, pelancong dari luar daerah pun turut menyaksikannya,"papar bupati.  

Namun diakui bupati, beberapa tahun kebelakang ini iven tersebut tidak  diselenggarakan karena pandemi Covid-19. Bupati, berharap wabah itu segera hilang, sehingga aktivitas serupa kembali dapat diselenggarakan. Secara teknis, menongkah kerang yang dikerjakan masyarakat Suku Duano pada saat air sedang surut. Biasanya dalam kurun waktu menongkah antara pukul 04.00 sampai dengan 14.00 WIB.(adv)

Exit mobile version