Categories: Nasional

Mahfud: Tiga Masalah Besar Dihadapi Bangsa Indonesia

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan, saat ini ada tiga masalah besar yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia.

Menurut Mahfud, tiga masalah tersebut adalah korupsi, terorisme, dan narkoba. Kata dia, adanya tiga masalah tersebut sulit mewujudkan Indonesia menjadi bersih.

“Tiga masalah besar yang dihadapi atau yang menghantui masyarakat, bangsa Indonesia di bidang penegakan hukum dan pemerintahan yang bersih. Yaitu korupsi, terorisme dan narkoba,” ujar Mahdud dalam ‘Silatnas Dua Dekade Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT) di Kantor PPATK, Jakarta, Selasa (29/3).

Apalagi menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut, tiga masalah besar tersebut sering berkaitan dengan kejahatan praktik pencucian uang atau money laundry. “Yang semua ini terkait dengan cara-cara pencucian uang,” katanya.

Oleh sebab itu, Mahfud menuturkan pada tahun 2010 silam pemerintah sepakat membuat lembaga Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk memantau segala bentuk tindakan pencucian uang.

Termasuk juga, kata Mahfud, didirikannya Badan Nasional Penggulangan Terorisme (BNPT) pada tahun 2010. Yang tugasnya adalah membuat strategi dan program dalam hal penanggulangan terorisme di dalam negeri.

“Sehingga dulu kita lalu membentuk PPATK dalam rangka dan kemudian terorisme kita bentuk BNPT, jadi pada dekade sesudah reformasi,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, dua lembaga PPATK dan BNPT sangat penting guna mewujudkan Indonesia yang bersih dan bebas dari praktik terorisme, korupsi dan nakotika.

“Itu sangat penting bagi masa depan bangsa dan negara Indonesia agar tetap eksis sebagai negara yang berdaulat dengan peneggakan hukumnya, dan aman rakyatnya,” tuturnya.

Mahfud berujar, pesatnya perkembangan teknologi ini harus bisa dihadapi PPATK. Sebab seiring berkembangnya zaman, maka akan ada modus-modus baru yang dilakukan oleh oknum untuk melakukan kejahatan dengan cara pencucian uang.

“Pesatnya kemajuan teknologi kemudian perkembangan produk dan jasa keuangan dapat disalahgunakan oleh para pelaku kejahatan tindak pindana pencucian uang, tindak pidana terorisme, maupun tidak pidana lainnya. Ini tangangan besar yang harus dihadapi,” pungkasnya.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

42 menit ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

4 jam ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

5 jam ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

5 jam ago

Alasan Ketua Fraksi Golkar DPRD Riau Mundur, Nalladia Ayu Rokan Diganti Imustiar

nalladia ayu rokan, ketua fraksi golkar dprd riau mundur dari jabatannya dan digantikan imustiar sebagai…

20 jam ago

Ribuan Pil Ekstasi Berbagai Merek Disimpan dalam Lemari Rumah, Perempuan 27 Tahun Ditangkap di Pekanbaru, Pemasok Diburu

ribuan pil ekstasi ditangkap di pekanbaru, 1.226 butir esktasi berbagai merek disimpan dalam lemari rumah,…

20 jam ago