Categories: Nasional

Kurikulum Prototipe 2021 Dinilai Merugikan Siswa

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – Uji coba kurikulum prototipe di sepanjang 2021 itu menyedot anggaran besar, yakni Rp2,86 triliun. Anggaran tersebut di antaranya dibagikan kepada 2.500 sekolah penggerak dan 18.800 guru penggerak.

“Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan uji coba Kurikulum 2013 senilai Rp1,46 triliun untuk 6.326 unit sekolah dan pelatihan guru secara besar-besaran," kata Sekjen FSGI, Jumat (28/1).

Heru juga menyoroti penerapan kurikulum darurat akibat pandemi Covid-19 sebagai kurikulum prototipe. Dia menekankan bahwa kurikulum darurat diambil dari materi esensial Kurikulum 2013 (K-13). Sehingga sangat berbeda dengan pandangan Mendikbudristek bahwa kurikulum prototipe menghadirkan sebuah paradigma baru.

Heru mempelajari bahwa kurikulum prototipe memiliki profil pelajar Pancasila dengan kerangka dasar serta struktur yang berbeda dengan K-13. Kompetensi inti (KI), kompetensi dasar (KD), serta kriteria ketuntasan minimal (KKM) di K-13 diganti dengan capaian pembelajaran tahunan atau fase.

Kebaruan lain di kurikulum prototipe adalah penggabungan IPA dan IPS di SD dan penghilangan istilah jurusan di SMA. Kemudian, fleksibilitas guru dalam mengajar sesuai keragaman kompetensi siswa atau teaching at the right level. Hal itu belum ada di kurikulum sebelumnya.

"Seharusnya, tidak boleh berlaku dua kurikulum yang sangat berbeda dalam kurun waktu yang terlalu lama," jelasnya. Sebab, antara K-13 dan kurikulum prototipe sangat jauh berbeda. Jika dualisme itu terus dijalankan, Heru khawatir bakal menimbulkan gap yang jauh antarsekolah. Kondisi tersebut bisa memicu kegaduhan di kalangan sekolah.

FSGI mendorong Kemendikbudristek menerapkan kurikulum prototipe secara menyeluruh tahun ini. Uji coba cukup dilakukan tahun lalu saja. Menurut dia, terlalu lama jika uji coba kurikulum prototipe dilaksanakan sampai 2023 atau bahkan 2024 kelak.

Pihak Kemendikbudristek belum memberikan tanggapan. Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKA) Kemendikbudristek Anindito Aditomo tidak menjawab saat diminta komentar soal sorotan itu.(wan/c6/bay/jpg)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Sengketa Kebun Sawit di Tambusai Utara Memanas, 25 Warga Jadi Korban Penyerangan

Sengketa lahan sawit 2.000 hektare di Rohul kembali memanas. Warga membantah klaim mediasi Agrinas dan…

10 menit ago

Puluhan Siswa di Kampar Mendadak Mual dan Muntah Usai Makan Menu MBG

Sebanyak 81 siswa SMK 1 Tapung Hulu diduga keracunan usai menyantap makanan MBG. Sampel makanan…

20 menit ago

Kejari Pekanbaru Segera Gelar Perkara Kasus SPPD Fiktif, Ini yang Masih Ditunggu

Kasus dugaan SPPD fiktif dan makan minum Setwan Pekanbaru masih disidik. Lebih 100 saksi diperiksa…

20 jam ago

101 Koperasi Merah Putih di Meranti Sudah Dibentuk, Tapi Belum Satu Pun Beroperasi

Sebanyak 101 Koperasi Merah Putih telah terbentuk di Kepulauan Meranti, namun hingga Agustus 2026 belum…

20 jam ago

Menang Dua Gim, Jonatan Christie Ungkap Tantangan di Laga Perdana Kejuaraan Dunia

Jonatan Christie menang atas Matthias Kicklitz di Kejuaraan Dunia BWF 2026. Rehan/Gloria juga melaju setelah…

20 jam ago

Tak Sekadar Sponsorship, Ini Dukungan RAPP untuk Pacu Jalur Nasional 2026

RAPP mendukung Pacu Jalur Nasional 2026 di Kuansing dengan total Rp350 juta, termasuk bantuan kebersihan…

21 jam ago