Categories: Nasional

Gedung Putih Ikut Terseret Kasus Hubungan Trump dengan Zelensky

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Sasaran kemarahan Partai Demokrat kini bukan hanya Presiden AS Donald Trump. Namun, juga pejabat-pejabat senior di Gedung Putih. Diibaratkan mereka bersekongkol untuk menutup aib dan pelanggaran kepala negara.

Semua tudingan tersebut berasal dari laporan whistle-blower yang akhirnya dirilis ke khalayak umum Kamis lalu (26/9). Menurut pelapor, petinggi di dalam kabinet Trump berusaha menutupi kasus hubungan Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Dari informasi yang dihimpun, banyak pejabat dan staf gedung putih yang berada di ruang rapat khusus kepresidenan pada insiden 25 Juli. Mereka mengira bahwa percakapan telepon Trump hanyalah seputar ucapan selamat atas kemenangan Partai Servant of the People dalam pemilu parlemen. Mereka kaget ketika Trump mengungkit masalah Hunter Biden dan menyebut nama Rudy Giuliani, pengacara pribadi Trump.

"Saya mendengar dari beberapa sumber bahwa pejabat tinggi Gedung Putih mencoba untuk mengunci semua laporan dan rekaman percakapan," tulisnya.

Dokumen tersebut dipindahkan dari server yang biasanya mendokumentasikan percakapan presiden menuju server tertutup. Server tersebut merupakan tempat penyimpanan dokumen-dokumen rahasia negara paling sensitif.

Pelapor juga menceritakan peran Giuliani dalam kegiatan itu. Ternyata, mantan wali kota New York tersebut berhubungan langsung dengan beberapa pejabat Ukraina untuk menyelidiki borok Biden. Lingkaran Gedung Putih tahu tentang manuver tersebut.

"Ini jelas upaya menutupi (kesalahan kepala negara, Red)," ungkap Ketua Dewan Perwakilan AS Nancy Pelosi kepada Agence France-Presse.

Adam Schiff, Ketua Komite Intelijen Dewan Perwakilan AS, ikut mencerca Director of National Intelligence Joseph Maguire dalam sesi kesaksian. Dia menganggap Maguire ikut menutupi pelanggaran presiden. Pasalnya, Maguire sempat menahan dokumen aduan dan percakapan saat diminta kongres.

Maguire menjelaskan bahwa dirinya harus berhati-hati menangani dokumen tersebut karena hak eksekutif presiden. Mantan petinggi Angkatan Laut AS itu juga menegaskan bahwa pengadu sudah bertindak sesuai prosedur.

"Saya yakin mereka bertindak atas niat yang mulia," ungkap dia seperti dilansir New York Times.
 
Beberapa politikus Republik di Capitol Hill pun mulai meragukan kredibilitas Trump. Will Hurd mengatakan bahwa dokumen tersebut bisa jadi hanya secuplik dari masalah Gedung Putih yang diadukan namun tak sampai ke telinga publik. Dia pun meminta semua tuduhan bisa diselidiki.

Kubu Trump pun kacau. Menurut sumber terdekat, Trump terlihat tak fokus dalam beberapa hari terakhir. Dia bahkan sempat meminta identitas whistle-blower dalam percakapan tertutup.

"Saya ingin tahu siapa orangnya dan siapa yang memberi orang itu informasi. Karena itu sama seperti mata-mata," ungkap dia menurut rekaman suara yang dirilis Los Angeles Times.

Beruntung, sampai saat ini Maguire masih melindungi sang pelapor. Dalam kesaksiannya, pemimpin semua lembaga intelijen AS itu mengaku bahwa pelapor meminta identitasnya dirahasiakan. Satu-satunya informasi yang bocor adalah dia merupakan petugas Central Intelligence Agency (CIA) AS.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Ribuan PPPK Paruh Waktu Rohul Belum Terima Gaji Januari 2026

Sebanyak 1.608 PPPK Paruh Waktu di Rohul belum menerima gaji Januari 2026 karena masih dalam…

9 jam ago

DPRD Meranti Tegas Tolak Kenaikan Tarif Ferry, Pengusaha Dipanggil Hearing

DPRD Kepulauan Meranti menegaskan penolakan rencana kenaikan tarif ferry yang dinilai sepihak dan belum melalui…

11 jam ago

Tiang FO Tumbang, Pemko Pekanbaru Dorong Jaringan Telekomunikasi Bawah Tanah

Pemko Pekanbaru mendorong penerapan sistem ducting atau jaringan bawah tanah setelah insiden tumbangnya tiang fiber…

11 jam ago

Satu Lokasi, Banyak Layanan: MPP Inhil Permudah Urusan Haji dan Umrah

MPP Inhil menambah layanan haji dan umrah. Masyarakat kini bisa mengurus keperluan ibadah secara mudah…

1 hari ago

Patroli Malam Polisi Gagalkan Balap Liar, 29 Motor Diamankan

Polisi mengamankan 29 sepeda motor saat patroli balap liar di Simpang Garoga, Duri, guna menjaga…

1 hari ago

Unri Gandeng Tanoto Foundation Kembangkan Digitalisasi Soft Skills Mahasiswa

Unri bersama Tanoto Foundation membangun sistem digital soft skills mahasiswa terintegrasi, terukur, dan menjadi bagian…

1 hari ago