Categories: Nasional

Rusuh di DPR, 24 Mahasiswa dan 9 Pelajar Ditetapkan Jadi Tersangka

JAKARTA(RIAUPOS.CO)– Pasca kerusuhan 24-25 September 2019 disekitar gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, polisi mulai melakukan upaya penindakan hukum bagi para perusuh. Ratusan mahasiswa dan pelajar sudah diamankan. Mereka diduga terlibat dalam sejumlah insiden, seperti perusakan fasilitas, pembakaran hingga penyerangan petugas.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto mengatakan, dari ratusan yang diamankan, hanya sebagian diantara perusuh ini yang dinaikan status hukumnya menjadi tersangka. Sedangkan sebagian lainnya dipulangkan karena dianggap tidak terlibat pengerusakan maupun penyerangan.

“Tanggal 24 sampai 25 (September) yang jadi tersangka 24 mahasiswa. Yang pelajar usia anak-anak 9 tersangka,” kata Suyudi saat dikonfirmasi, Sabtu (27/9).

Suyudi menyampaikan, pada rentang waktu 24 – 25 Sepetember pihaknya mengamankan 105 mahasiswa. 81 diantaranya sudah dibebaskan dan sisanya yang dijadikan tersangka.

“(Peran tersangka) macam-macam. Menyerang petugas, pengerusakan secara bersama-sama dan bahkan ada yang melakukan pembakaran,” jelasnya.

Sementara itu, bagi 9 tersangka pelajar yang di bawah umur, seluruhnya diserahkan ke Balai Rehabilitasi Sosial. “Untuk tersangka anak penahanannya dititip di Balai Aman Handayani,” kata Suyudi. Akibat perbuatannya, seluruh tersangka l dikenakan berbagai pasal bebeda tergantung jenis pelanggarannya. Diantaranya Pasal 170, 212, 214, 406 dan 187 KUHP.
Sejumlah pelajar terlibat bentrok dengan pasukan Brimob di Jalan Tentara Pelajar, Palmerah, Jakarta, Rabu (25/9/2019). Ratusan siswa yang menggelar aksi di Gedung DPR memakai atribut sekolah berseragam putih abu, pramuka dan baju kaos bebas. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

Sebelumnya, Aksi demonstrasi kembali digelar ribuan mahasiswa dan beberapa elemen masyarakat di depan Gedung DPR/MPR, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (24/9). Mereka menolak RUU KPK dan RKUHP yang sudah disepakati DPR dan pemerintah.

Aksi semula berjalan damai, namun menjelang sore hari, sekitar pukul 16.00, massa mulai berbuat anarkis dengan mengerusak pagar DPR. Mereka memaksa masuk ke area gedung. Polisi kemudian menembakkan water canon untuk memukul mundur massa. Namun, tak dihiraukan. Gas air mata akhirnya ditembakkan ke aras demonstran.

Aksi massa semakin anarkis pada malam hari. Kerusuhan meluas ke beberapa lokasi seperti Simpang Susun Semanggi, hingga Slipi. Pos polisi di dekat kantor Kemenpora dan di underpass Slipi dibakar massa. Bus milik TNI dan sebuah Jeep Rubicon yang terparkir di depan lapangan Perbakin juga turut dibakar. Kerusuhan ini berakhir sekitar pukul 01.00.

Sehari berselang kerusuhan kembali pecah di area belakang Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (25/9). Massa berseragam SMA dan pramuka itu mulanya berunjuk rasa di sekitar perlintasan kereta api dekat stasiun Palmerah tak jauh dari kompleks DPR/MPR.

Situasi pecah saat salah satu oknum pelajar melempar batu ke arah polisi dan langsung membakar motor sebagai ungkapan kekesalan. Tak hanya itu, mereka pun mengarahkan petasan ke arah barikade polisi.

Membalas serangan tersebut, polisi kemudian menembakkan water canon untuk memukul mundur massa. Namun, karena tak dihiraukan, polisi akhirnya melepaskan tembakan gas air mata.

Editor : Deslina
Sumber: Jawapos.com

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Mitsubishi New Pajero Sport, SUV Tangguh dengan Teknologi Keselamatan Lengkap

Mitsubishi New Pajero Sport hadir dengan sasis ladder frame, mesin diesel bertenaga, dan teknologi keselamatan…

4 jam ago

Penerbangan Langsung Pekanbaru–Sibolga Resmi Beroperasi

Rute penerbangan Pekanbaru–Sibolga resmi dibuka oleh Wings Air, memperkuat konektivitas Riau–Sumut dan mendukung mobilitas serta…

4 jam ago

Empat Trayek Bus DAMRI Buka Akses 12 Kecamatan di Siak

Empat trayek bus perintis DAMRI kini menjangkau 12 kecamatan di Kabupaten Siak dan membantu membuka…

5 jam ago

Polisi Ungkap Pencurian Switchboard PHR, Kerugian Capai Rp619 Juta

Polsek Tapung membongkar kasus pencurian komponen switchboard milik PHR dengan kerugian Rp619 juta dan mengamankan…

6 jam ago

700,5 Hektare Sawit Tua Diremajakan, 336 Petani Kuansing Terima Program PSR

Sebanyak 700,5 hektare kebun sawit milik masyarakat Kuansing diusulkan untuk diremajakan melalui Program Peremajaan Sawit…

7 jam ago

Pangdam Tuanku Tambusai Apresiasi Unilak Gelar Kompetisi Pelajar Terbesar di Riau

Unilak menggelar lomba baris-berbaris dan sepak bola SMA/SMK terbesar di Riau yang mendapat apresiasi Pangdam…

7 jam ago