Categories: Nasional

Ketahuilah Mama, Sejak 7 Minggu di Kandungan Janin sudah Bisa Mendengar

SURABAYA (RIAUPOS.CO) – Beragam pertanyaan seputar telinga, hidung, dan tenggorok (THT) yang kerap ditanyakan para mama dirangkum oleh dr Rosa Falerina SpTHT. Menurut dia, banyak mama yang belum tahu harus diapakan ketiga organ itu saat anak masih bayi. Namun, sebelum menjelaskan perlakuan atau treatment khusus yang mesti dilakukan kepada si baby, dia kerap membagikan pengetahuan umum seputar THT kepada para mama.

Misalnya, memberi tahu mereka bahwa pendengaran pada anak dimulai sejak 7 minggu sebelum kelahiran. Artinya, sejak di dalam perut, janin bisa mendengar dan merespons suara. ''Ajak ngomong saja kayak 'eh, ikut mama yuk, Sayang,' atau 'halo, Sayang. Ini mama.' Itu akan didengarkan dan diingat anak,'' ujarnya. Alumnus Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) itu menyebutkan, janin lebih peka terhadap suara sang mama. Bahkan suara detak jantung sang mama.

Pada masa-masa kehamilan, tidak ada salahnya memperdengarkan musik atau nyanyian kepada si jabang bayi. Namun, dianjurkan maksimal 60 menit sehari dengan volume paling keras 60 agar tidak merusak rumah siput si jabang bayi. Rosa juga mengingatkan para bunda untuk terus rajin memberikan rangsangan suara saat anak baru lahir. Sebab, bayi membutuhkan hal itu untuk mengisi otak. Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara, antara lain, membacakan cerita.

’’Di rumah, semua juga harus kompak manggil bayi dengan satu nama. Jangan beda-beda. Supaya dia enggak bingung. Hindari menggunakan bahasa kebayi-bayian seperti mik cucu. Karena bahasa itu terekam dalam otak bayi,’’ tegas ibu tiga anak tersebut dalam seminar THT di National Hospital beberapa waktu lalu.

Dia memaparkan, pada usia dua hari sudah bisa dilakukan screening pendengaran untuk mengetes fungsi rumah siput bayi. Itu dilakukan mengingat 1 di antara 1.000 kelahiran mengalami gangguan pendengaran bawaan. Dengan demikian, jika gangguan diketahui lebih dini, bisa ditangani lebih cepat dan tepat.

Pengajar di FK Unair tersebut juga menjawab pertanyaan yang sering ditanyakan terkait kapan bayi boleh naik pesawat. Dia menyarankan setelah usia tiga bulan dengan lebih dulu memastikan bayi tidak sedang batuk pilek. Juga, memberikan susu saat take off dan saat landing untuk mencegah telinga bayi tidak menutup dan sakit. ''Berikan penutup telinga agar terhindar dari bising mesin pesawat,'' tuturnya.(hay/c13/tia)

Sumber: Jawapos.com
Editor: Fopin A Sinaga

 

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Kasus Perampokan Maut di Rumbai, Polisi Kantongi Petunjuk Pelaku

Polisi dalami kasus lansia tewas di Rumbai, Pekanbaru. Olah TKP kedua dilakukan, empat saksi diperiksa,…

17 jam ago

Antrean BBM Mengular di Pekanbaru, Warga Rela Tunggu Hingga Tengah Malam

Antrean panjang BBM terjadi di Pekanbaru. Warga rela antre hingga satu jam, bahkan membeli eceran…

20 jam ago

Jalan Mulus, Warga Lubuk Betung Ramai-ramai Ucapkan Terima Kasih ke Pemkab Rohul

Jalan di Lubuk Betung Rohul kini mulus usai diaspal. Warga rasakan manfaatnya dan ucapkan terima…

22 jam ago

Cegah Kelangkaan Pertalite, SPBU Bangkinang Tambah Pasokan hingga 16 Ton

SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…

3 hari ago

Jemaah Calon Haji Kuansing Meninggal Saat Momen Pelepasan, Jenazah Dimakamkan di Kampung Halaman

Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…

3 hari ago

Fakta Baru Kasus Korupsi Riau, Satpam Ngaku Antar Duit Rp300 Juta

Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…

4 hari ago