Categories: Nasional

IPB dan TNGC Gunakan 37 Sampel Untuk Cari Mikroba

JAKARTA — Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) sedang mengembangkan bioprospecting mikroba berguna sebagai upaya untuk meningkatkan produktifitas pertanian sehat tanpa pupuk kimia dan pestisida.
Penelitian dipimpin langsung oleh Dr. Suryo Wiyono dari Laboratorium Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB yang melibatkan 37 sampel yang dikumpulkan dari tanah, akar-akaran, dan daun dari berbagai tanaman di kawasan TNGC untuk mendapatkan mikrob berguna.
“Berdasarkan hasil isolasi, uji hemolysis, dan uji hipersensitif, menghasilkan tiga kelompok mikrob yang berguna bagi tanaman. Pertama, cendawan patogen serangga hama, khususnya kelompok wereng dan kutu-kutuan, yaitu cendawan Hirsutella sp dan Lecanicillium sp.,” jelas Suryo.
Suryo menenrangkan hasil eksplorasi juga menemukan isolat bakteri pemacu pertumbuhan (Plant Growth Promoting Rhizobacteria/PGPR) yaitu C71 yang mampu meningkatkan panjang akar bibit tomat 42.35 persen, dan meningkatan daya kecambah sebesar 178 persen. PGPR tersebut juga mampu membuat tomat lebih tahan penyakit bercak daun. Selanjutnya, kegiatan ini juga menghasilkan bakteri yang paling efektif dalam menekan dampak frost bagi tanaman, yaitu PGMJ 1 (asal Kemlandingan Gunung), dan A1 (asal Anggrek Vanda sp.) keduanya dengan tingkat keefektifan 66.67 persen.
Fakta di lapangan juga menunjukan bahwa mikrob bermanfaat (PGPR) dari dalam kawasan TNGC terbukti dapat meningkatkan pertumbuhan, dan menyehatkan tanaman. Termasuk pada tanaman pemulihan ekosistem, terbukti mempercepat pertumbuhan tinggi tanaman hutan hanya dalam kurun waktu 5 bulan.
Pada saat ini, sebagian besar petani dari 54 Desa penyangga langsung menggunakan bahan kimia buatan sebagai penyubur tanaman maupun sebagai pembasmi hama. Praktek yang sudah dilakukan bertahun-tahun tersebut dikhawatirkan akan mengganggu keseimbangan ekosistem alam, baik yang ada di dalam kawasan TNGC maupun di luar kawasan. Hal inilah yang menjadi latar belakang kerjasama penelitian antara Balai TNGC dengan Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB mulai tahun 2017. Penelitian dilakukan oleh pejabat fungsional Pengendali Ekosistem Hutan/PEH Balai TNGC dan peneliti dari Laboratorium Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB.
Sebagai tindaklanjut dari penelitian tersebut, Balai TNGC dan Fakultas Pertanian IPB dengan melibatkan para pihak terkait akan menyusun roadmap yang memuat tahapan karakterisasi molekuler, pengujian dan implementasi lapangan dalam skala yang lebih luas.
Hasil bioprospecting mikroba berguna di TNGC tersebut merupakan bukti nyata bahwa kawasan konservasi adalah genetic bank yang sangat penting untuk meningkatkan produktifitas dan mengembangkan pertanian sehat tanpa pupuk kimia dan pestisida. Oleh sebab itu, keutuhan dan keanekaragaman hayati yang terdapat di kawasan konservasi harus kita jaga, dan kelola bersama untuk kesejahteraan masyarakat.(ADV)

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Oknum Guru Diduga Lecehkan Siswi SMAN di Pekanbaru, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Oknum guru di salah satu SMAN Pekanbaru diduga melakukan pelecehan terhadap siswi saat kegiatan sekolah…

2 hari ago

THR Wajib Dibayar H-7 Lebaran, Disnaker Bengkalis dan Kuansing Buka Posko Pengaduan

Disnaker Bengkalis dan Kuansing menetapkan pembayaran THR pekerja paling lambat H-7 Idulfitri 1447 H dan…

2 hari ago

Bukber Ala Timur Tengah, Whiz Prime Hotel Hadirkan Iftar Sahara Mulai Rp115 Ribu

Whiz Prime Hotel Sudirman Pekanbaru hadirkan program Iftar Sahara dengan menu Timur Tengah dan Nusantara…

2 hari ago

Kolaborasi Lawan Stunting, PTPN IV PalmCo Intervensi Gizi Anak di Rokan Hulu

PTPN IV PalmCo melalui Regional III menggulirkan program intervensi stunting bagi 100 anak di Rohul…

2 hari ago

Emosi Dipicu Knalpot Bising, Pria di Inhil Bacok Tetangga Sendiri

Gara-gara knalpot motor bising, seorang siswa di Tempuling, Inhil dibacok tetangganya. Pelaku berhasil ditangkap polisi…

2 hari ago

Aksi Spanduk di Gerbang Sekolah, Kegiatan Belajar di SMPN 2 Batang Peranap Terhenti

Spanduk kecaman terhadap kepala sekolah terpasang di SMPN 2 Batang Peranap. Akibatnya, siswa tak bisa…

3 hari ago