Categories: Nasional

Jika Rusia Masuk ke Wilayah NATO, Begini Kata Biden

WASHINGTON (RIAUPOS.CO) – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memperingatkan Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk tidak bergerak ke wilayah negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) barang cuma satu inchi.

"Jangan pernah berpikir untuk bergerak satu inchi pun ke teritorial NATO," kata Biden saat berpidato di Warsawa, Polandia, Jumat (26/3/2022), seperti dikutip CNN.

Ia menegaskan, AS berkomitmen terhadap kewajiban perlindungan kolektif yang tercantum dalam piagam NATO, dengan kekuatan penuh dari kekuatan kolektif yang mereka punya.

Namun demikian, sambung Biden, Washington tak akan terlibat konfrontasi langsung dengan pasukan Rusia di Ukraina.

"Pasukan Amerika tak berada di Eropa untuk berhadapan dengan pasukan Rusia. Pasukan Amerika di sini untuk mempertahankan negara anggota NATO," jelas dia.

Sejauh ini, AS hanya menopang Ukraina dengan mengirim bantuan militer. Persenjataan itu disebut berguna untuk memperkuat pertahanan negara eks Uni Soviet dari gempuran Rusia.

Terbaru, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan akan mengirim bantuan US$100 juta atau sekitar Rp1,4 triliun ke Ukraina pada Sabtu (26/3).

Dana itu bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Kementerian Dalam Negeri Ukraina dalam memberikan keamanan di perbatasan, mempertahankan fungsi penegakan hukum sipil, dan menjaga infrastruktur pemerintah dalam menghadapi serangan Rusia.

"Peningkatan dana akan melanjutkan aliran peralatan perlindungan pribadi, peralatan lapangan, peralatan taktis, pasokan medis, kendaraan lapis baja, dan peralatan komunikasi untuk Layanan Penjaga Perbatasan Negara Ukraina dan Polisi Ukraina," demikian pernyataan resmi Kemlu AS.

Pertengahan Maret lalu, Washington juga memberi bantuan militer ke Kiev senilai US$800 juta atau sekitar Rp11 triliun. Bantuan ini salah satunya, drone Switchblade atau dorne Kamikaze.

Sebelumnya, Biden telah mengesahkan bantuan peralatan militer tambahan senilai US$200 juta atau sekitar Rp2,8 triliun. Lalu pada 26 Februari, AS kembali mengesahkan bantuan ke Ukraina senilai US$350 juta atau sekitar Rp5 triliun.

Selain itu, AS tercatat pernah menyediakan lebih dari 600 rudal Stinger, 2.600 sistem anti tank Javelin, sistem radar, helikopter, peluncur granat, senjata, amunisi dan peralatan lain pada 2021 lalu.

Sumber: AFP/CNN/Reuters/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Sunat Massal dan Cek Kesehatan Gratis Disambut Antusias, Warga Rohul Ucapkan Terima Kasih

Program sunat massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Rohul mendapat apresiasi warga karena membantu meringankan…

13 jam ago

Lolos Fase Gugur untuk Pertama Kali, Afrika Selatan Siap Hadapi Kanada

Afrika Selatan mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dan…

14 jam ago

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, BRK Syariah Siap Sukseskan SE2026

BRK Syariah mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan mengajak masyarakat berpartisipasi demi terwujudnya data ekonomi…

14 jam ago

Mahasiswa Umri Jadi Korban Pemukulan Saat Demo di DPRD Riau, IMM Desak Investigasi Transparan

Mahasiswa Umri menjadi korban pemukulan saat aksi di DPRD Riau. IMM Pekanbaru mendesak aparat mengusut…

16 jam ago

Longsor Terjang Lembah Anai, Jalan Utama Padang–Bukittinggi Tak Bisa Dilalui

Longsor menutup jalur Padang–Bukittinggi di Lembah Anai. Akses dua arah ditutup total sementara demi keselamatan…

1 hari ago

Pendaftaran SMP Negeri Pekanbaru Segera Ditutup, Ribuan Calon Siswa Berebut Kursi

Pendaftaran SPMB SMP negeri Pekanbaru hampir berakhir. Jalur domisili mencapai 98 persen, sementara kuota sekolah…

1 hari ago