bentrok-delhi-renggut-23-nyawa
NEW DELHI (RIAUPOS.CO) — India mengulang sejarah kelam. Kerusuhan sektarian kembali terjadi di negara yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi itu. Bentrokan antara pendukung dan anti-amandemen UU Kewarganegaraan (CAA) berubah menjadi kerusuhan kelompok Hindu dan muslim.
Hingga Rabu (26/2) sebanyak 23 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 150 lainnya luka-luka. Jumlah korban bisa terus bertambah karena situasi belum terkendali. “Orang-orang saling bunuh. Peluru terus ditembakkan di kota ini,” ujar seorang penjahit di Jaffrabad kepada Agence France-Presse.
Kerusuhan berpusat di area yang dihuni mayoritas umat Islam. Misalnya, Maujpur, Mustafabad, Jaffrabad, dan Shiv Vihar. Jalan di kota-kota tersebut kini dipenuhi dengan batu, pecahan kaca, dan kendaraan yang terbakar. Massa menghancurkan dan menjarah toko-toko dan rumah milik warga muslim. Sehari sebelumnya, Selasa (25/2), massa membakar Masjid Badi di Ashok Nagar.
Media lokal mengungkapkan bahwa massa meneriakkan Jai Shri Ram (salam Dewa Rama) dan Hinduon ka Hindustan (Hindustan Hindu) berulang-ulang. Satu di antara mereka akhirnya memanjat menara masjid dan memasang bendera bergambar Hanoman. Bendera itu kerap dipakai kelompok Hindu ekstrem kiri. Tak cukup sampai di situ. Alquran di masjid juga dibakar. Pun demikian dengan alas di masjid tersebut.(sha/c10/tom/jpg)
Polres Kuansing bersama Polda Riau menindak 16 lokasi PETI dan memusnahkan 48 rakit dalam sepekan.…
Tim woodball Indonesia menjadi juara umum Piala Dunia Woodball 2026 di Malaysia dengan raihan 4…
RS Awal Bros Pekanbaru dan Batam berhasil mempertahankan akreditasi internasional JCI untuk keempat kalinya, bertepatan…
Polres Inhu menangkap empat tersangka pengedar narkoba, termasuk oknum ASN. Polisi menyita sabu 12,94 gram,…
Kasus malaria meningkat di sejumlah wilayah Rohil. Komisi D DPRD Rohil akan memanggil Diskes untuk…
Revitalisasi Pasar Bawah Pekanbaru baru 60 persen dan mangkrak berbulan-bulan. Wali Kota Agung Nugroho mengancam…