Categories: Nasional

Inspirasi dari Kebaya Melayu

(RIAUPOS.CO) — Inspirasi fashion bisa datang dari mana saja. Desainer muda Riau, Thiffa Qaisty pun sepakat dengan hal tersebut. Dirinya juga merasakan sendiri bahwa banyak hal yang bisa menjadi inspirasinya dalam mendesain. Yang terbaru ialah, Thiffa menghasilkan desain bertema Dara yang terinspirasi dari busana anak dara Melayu yang sopan dan simpel.

Hasil karya Thiffa tersebut berupa gaun elegan atau evening gown. Gaun-gaun berwarna pastel ini dikatakannya terinspirasi dari baju kurung dan kebaya yang dikenakan oleh gadis Melayu atau yang dikenal dengan anak dara. Menariknya, busana yang ia hasilkan ini dibuat dari bahan viscose rayon yang ramah lingkungan dan memiliki banyak keunggulan.

"Dalam karya saya kali ini, saya membuat baju kurung dan baju kebaya Melayu menjadi lebih trendy, kekinian. Nggak terpaku pada baju kebaya. Tapi inspirasinya saya dapatkan dari sana. Saya mengombinasikan antara unsur tradisional Melayu dengan unsur modern. Untuk bahan baku, saya menggunakan campuran viscose rayon yang flowy," ujar alumni SMKN 3 Pekanbaru ini.

Ia juga memasukkan unsur tradisional dan modern dalam desain tersebut. Unsur modern dari karya Thiffa bertema Dara ini terlihat dari cutting-an baju hasil rancangannya. Seluruh desainnya ber-cutting besar atau oversize yang tengah happening saat ini. Lengan dengan style puff dan balon yang besar hampir merata ia gunakan dalam semua gaun bertema Dara tersebut.

Pemilihan cutting oversize dikatakan Thiffa, bukan hanya karena cutting-an tersebut tengah naik daun. Namun, agar membuat penggunanya bisa lebih leluasa bergerak karena tidak ketat.

Sedangkan unsur tradisional, diambil dari penggunaan tenun dan songket Riau. Agar tenun dan songket lebih nyaman digunakan serta tidak kaku, Thiffa mencampurnya dengan kandungan viscose rayon berkualitas dari APR. Thiffa juga menggunakan sunting khas Melayu. Sunting itu, diakuinya sudah ia modifikasi hingga sesuai dengan desain busananya. Tak ketinggalan dengan aksen payet yang membuat gaun makin terlihat elegan.

Dari segi bahan baku, gadis asli Riau ini menuturkan bahwa penggunaan viscose rayon dari APR benar-benar membuat busana yang dihasilkan menjadi jauh lebih nyaman dan adem saat dikenakan. "Desain gaun ini memang tepat jika dibuat dengan bahan-bahan yang jatuh dan flowy seperti bahan viscose rayon. Penggunaan viscose ini benar-benar mempengaruhi look dan kenyamanan rancangan saya. Bukan hanya dari segi tekstur, viscose ini juga adem. Cocok sekali untuk busana muslim," terangnya usai menampilkan fashion show Dara di ajang Muslim Fashion Festival 2020 bersama APR, pekan lalu.

Sebagai desainer busana muslim, Thiffa mengaku puas dan bangga bisa menggunakan bahan viscose rayon dari APR dalam karyanya kali ini. Ia juga sadar betul bahwa bahan viscose rayon terbuat dari serat kayu yang diolah secara natural dan sesuai dengan konsep sustainable fashion.

"Sustainable fashion menjadi poin yang tengah digalakkan saat ini. Karena itu, sebagai pelaku fashion atau penikmat fashion, kita semua harus mulai beralih ke bahan baku ramah lingkungan yang diproses scara alami, seperti viscose rayon," tutupnya.(zed)

Laporan: Siti Azura
Foto: Koleksi Dara by Thiffa Quisty

 

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Bebani Jalan Kota, DPRD Pekanbaru Minta Pemko Segera Matangkan Pembangunan Jalan Lingkar 70

DPRD Kota Pekanbaru mendukung penuh langkah Pemko mematangkan pembangunan Jalan Lingkar 70 guna mengurai kemacetan…

8 jam ago

Belum Tersentuh Pemkab, Warga Parit 16 Tembilahan Swadaya Cor Jalan Rusak

Warga Lorong Karya Bersama Parit 16 Tembilahan, Inhil, terpaksa bergotong-royong mengecor jalan rusak secara swadaya…

11 jam ago

Anggaran SPPD DPRD Kuansing Tembus Rp10,4 Miliar

Anggaran perjalanan dinas (SPPD) anggota DPRD Kuansing pada APBD Murni 2026 menyentuh Rp10,4 miliar dan…

12 jam ago

Terbuka untuk Warga, Wako Agung Nugroho Jadikan Rumah Dinas Tempat Aduan Persoalan Kota

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan bahwa Rumah Dinas Wali Kota terbuka bagi warga yang…

12 jam ago

The Zuri Hotel Pekanbaru Gelar “Flames and Flavours – All You Can Eat Dinner”

The Zuri Hotel Pekanbaru menggelar paket makan malam "Flames and Flavours – All You Can…

12 jam ago

Langgar Aturan Keimigrasian, Seorang Perempuan WN Malaysia Dideportasi dari Pekanbaru

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pekanbaru menindak tegas WN Malaysia berinisial MMM dengan sanksi deportasi…

1 hari ago