Categories: Nasional

Tanoto Foundation Ciptakan Inovasi Metode Pembelajaran

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Era digital seperti sekarang ini, para guru dituntut untuk lebih kreatif agar proses belajar mengajar bisa berjalan efektif seiring dengan pandemi Covid-19. Pasalnya saat ini kegiatan belajar mengajar berubah menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Terkait kondisi tersebut, Tanoto Foundation sebagai organisasi filantropi independen peduli dengan upaya-upaya memajukan mutu pendidikan di Indonesia. Salah bentuk kepedulian tersebut adalah dengan menginisiasi program pengembangan inovasi untuk kualitas pembelajaran (Pintar).

Gubernur Riau Syamsuar mengatakan, pihaknya mendukung penuh upaya yang dilakukan Tanoto Foundation melalui Program Pintar. Ia mengatakan di zaman yang serba digital dan transparan, ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas dan kompetitif perlu didorong untuk menghasilkan generasi muda yang berdaya saing.

"Melalui program Pintar ini telah menunjukkan perubahan-perubahan praktik, baik dalam pembelajaran, manajemen berbasis sekolah dan budaya baca di tingkat SD/MI, serta SMP/MTS di Provinsi Riau," ujar Gubernur Syamsuar pada kegiatan peluncuran Booklet Lentera Harapan di Gedung Daerah Riau, Kamis (27/1).

Gubri Syamsuar menambahkan, melalui program Pintar, Provinsi Riau dapat membangun sebuah sistem yang berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menengah pertama di sekolah-sekolah regular dan sekolah keagamaan.

"Semoga keselarasan dalam bersinergi ini dapat bertahan lama. Kami berharap, dengan terdongkraknya setiap potensi yang dimiliki oleh anak-anak Riau melalui Program Pintar ini, terangkat pula taraf hidup dan kesetaraan dalam memperoleh pendidikan. Semoga buklet ini dapat menjadi ruang untuk berdialog soal isu dan mutu pendidikan di Provinsi Riau," jelas Gubri Syamsuar.

CEO Global Tanoto Foundation Dr J Satrijo Tanudjojo menambahkan, pendidikan merupakan pondasi utama untuk membangun masa depan anak-anak bangsa. Secara langsung masa depan pembangunan Indonesia ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia.

"Tantangan pendidikan dasar di Indonesia berakar dari berbagai dimensi, di antaranya pengembangan materi ajar yang belum tepat sasaran, kurangnya minat baca anak didik, serta lemahnya struktur dan kapasitas kepemimpinan sekolah. Dengan hadirnya Program Pintar ini, kami berkolaborasi dengan pemerintah dan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) untuk terus mendorong peningkatan mutu pendidikan guru," ucapnya. Perjalanan transformasi dan inovasi pendidikan oleh para guru yang didampingi Tanoto Foundation ini terekam dalam booklet "Lentera Harapan: Kisah Inspiratif Pendidikan dari Bumi Lancang Kuning" yang diluncurkan di gedung daerah Riau.(sol)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Dies Natalis ke-4 Universitas Awal Bros Berlangsung Meriah dan Penuh Makna

Universitas Awal Bros rayakan Dies Natalis ke-4 secara hybrid. Berbagai kegiatan digelar hingga pemberian penghargaan…

3 jam ago

Pekanbaru Teken MoU PSEL, Sampah Disulap Jadi Energi Listrik

Pekanbaru teken MoU PSEL untuk olah sampah jadi energi listrik. Proyek ini ditargetkan kurangi beban…

4 jam ago

Buron Usai Jambret Santunan Ramadan Anak Yatim, Pelaku Diciduk di Sumbar

Pelaku jambret uang santunan anak yatim di Pekanbaru ditangkap di Sumbar setelah buron dua pekan.…

6 jam ago

Polisi Ungkap Penimbunan BBM Subsidi, Solar 3.200 Liter Disita

Polisi di Riau menangkap dua pelaku penimbunan BBM subsidi. Ribuan liter solar dan pertalite diamankan,…

7 jam ago

Jadi Aset Pemko, Rusunawa Rumbai Siap Ditata Total

Pemko Pekanbaru mulai membenahi Rusunawa Yos Sudarso. Wako soroti kondisi kumuh dan siap beri keringanan…

7 jam ago

Tarif Parkir Kuliner Cut Nyak Dhien Disorot, Pengunjung Dipatok Rp5.000

Pengunjung kuliner malam Cut Nyak Dhien mengeluhkan tarif parkir hingga Rp5.000. Dishub Pekanbaru janji segera…

7 jam ago