Keinginan FPI untuk Mendapatkan SKT Masih Panjang
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menko Polhukam Mahfud MD menyebut pemerintah masih mempelajari berbagai hal sebelum menerbitkan SKT FPI. Nantinya, Kementerian Agama yang melakukan pendalaman sebelum terbitnya SKT untuk FPI.
Mahfud mengungkapkan hal itu setelah menggelar rapat terbatas dengan Menag Fachrul Rozi dan Mendagri Tito Karnavian yang satu di antaranya membahas penerbitan SKT untuk FPI di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (27/11).
"Ternyata masih ada hal-hal yang perlu didalami dan Menag akan mendalaminya dan melakukan pembahasan yang lebih dalam lagi," kata Mahfud.
Namun, Mahfud tidak memerinci hal-hal yang perlu diteliti pemerintah sebelum menerbitkan SKT untuk FPI. Dia hanya menyebut proses penelitian tidak berlangsung lama.
"Tentu waktunya tidak akan lama-lama betul, begitu. Saya kira sampai saat ini, kami masih sedang mempertimbangkan dan menunggu proses lebih lanjut tentang syarat-syarat penerbitan surat keterangan terdaftar itu," ucap dia.
Meski begitu, Mahfud menjelaskan bahwa FPI telah menyerahkan beberapa dokumen agar pemerintah bisa menerbitkan SKT. Pemerintah, kata Mahfud, menjamin setiap orang untuk berserikat.
"Setiap warga negara punya hak untuk berkumpul dan berserikat dan FPI itu punya hak untuk berkumpul, berserikat, dan menyatakan pendapat. Bersatu untuk mendalami kesamaan aspirasi," timpal eks Ketua MK tersebut. (mg10/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal
APMBR menggelar aksi di Dishub Kampar dan menyoroti dugaan praktik “jatah” parkir serta pengelolaan yang…
DPRD Pekanbaru mengingatkan pelaku usaha agar tidak menutup drainase. Penyempitan saluran air dinilai berpotensi memicu…
Pekerja marka jalan di Pekanbaru tewas ditabrak mobil yang kabur dini hari. Polisi memburu pelaku,…
Rencana kenaikan tarif kapal di Kepulauan Meranti menuai penolakan warga. Tarif naik lebih 20 persen…
Roadshow Kopi Good Day Goes to School hadir di SMKN 4 Pekanbaru, menghadirkan hiburan, kreativitas,…
Satpol PP Rohul mengingatkan PKL agar tidak berjualan melewati pukul 01.00 WIB. Pelanggar jam operasional…