Categories: Nasional

Dosen Fisipol Unri Ini Raih Doktor Bidang Lingkungan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Mariaty Ibrahim, staf pengajar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Riau (Unri), berhasil meraih gelar doktoral ilmu lingkungan, pada Kamis (26/8/2021).

Gelar itu didapatkannya dari Program Pascasarjana Unri setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul "Model Revitalisasi Kebijakan Pembangunan Masyarakat Bagian Hulu Bantaran Sungai Siak" di hadapan para penguji.

Dalam Ujian Promosi Terbuka Program Doktor Program Pascasarjana Unri yang dilakukan secara langsung dan virtual tersebut, Mariaty menjadi satu-satunya peserta yang diuji.

Para penguji sendiri langsung dipimpin Direktur Program Pascasarjana Unri, Prof Dr Ir Tamrin MSc. Sementara sebagai penguji adalah Prof Drs Sujianto PhD, Prof Dr Syaiful Bahri MSi, Prof Dr Zulfadli SE MBA, Prof Dr Zulkarnain SE MM, Dr Nofrizal SPi MSi, dan Prof Dr Ir Asdi Agustar MSc.

Para pengujinya rata-rata menyatakan puas dengan hasil penelitiannya dalam disertasi yang dipertahankan Mariaty dalam ujian tersebut. Para penguji juga menghadiahi hasil kerja keras dan penelitiannya dengan memuaskan.

Dengan nilai memuaskan itu itu, istri dari H Jamhuri itu dinyatakan lulus dan menyandang gelar Doktor Ilmu Lingkungan yang ditandai dengan pemakaian toga yang disematkan langsung oleh Direktur Program Pascasarjana Unri, Prof Tamrin.

"Alhamdulillah, apa yang saya perjuangkan mendapatkan hasil yang maksimal. Mudah-mudahan ilmu pengetahuan yang saya dapat selama pindidikan dapat berguna bagi masyarakat banyak," tutur Mariaty seusai ujian.

Tak lupa ia mengucapkan terima kasih kepada para rekan, keluarga, serta para penguji yang telah memberikan bimbingan, saran serta arahan hingga memberikannya kesempatan untuk meraih gelar doktor tersebut.

Direktur Program Pascasarjana Unri, Prof Tamrin, mengatakan, sesuai dengan saran pada penguji, Mariaty dapat menjaga kejujurannya di manapun dan dalam kondisi apapun, khususnya dalam bidang keilmuan.

"Jika jujur diutamakan maka dunia ini akan aman. Jujur ini sangat penting khususnya dalam menerapkan keilmuan yang sudah susah-payah di dapat dari pendidikan ke ranah yang lebih luas lagi yakni masyarakat," terangnya.

Sedangkan Prof Syaiful Bahri yang mewakili para penguji menyampaikan selamat kepada Mariaty. Menurutnya peraihan gelar doktor ini adalah awal dari harmoni keilmuan.

"Kami berharap bisa bermanfaat bagi khalayak ramai. Ingat, kualitas seorang doktor bukan pada dari mana dia menimba ilmu, tapi pada diri pribadi individu masing-masing," tuturnya.

Terpisah,  Prof Sujianto, yang juga salah seorang penguji, menjelaskan, lancarnya Mariaty menjawab seluruh pertanyaan dari para penguji adalah satu kemajuan. Terlebih juga penguji yang dari luar. Ia berharap, penelitian ini dapat bermanfaat untuk kemajuan ilmu pengetahuan terutama ilmu lingkungan.

"Seperti yang kita tahu, tahu lingkungan sudah terdegradasi oleh kegiatan yang tidak dan sudah terencanakan. Kita tahu lingkungan itu harus dijaga habitatnya. Sehingga fauna dan flora-nya akan terus bertahan dan tidak punah, serta menjaga keaslian. Artinya titik fokus disertasi ini bisa dikatakan tepat sasaran. Karena memang revitalisasi dibutuhkan untuk mengembalikan lingkungan seperti semula," katanya.

Selain itu menurut pria yang akrab disapa Prof Suji itu, disertasi ini bisa dapat kembali dikembangkan lebih luas oleh peserta didik lain khususnya di ilmu lingkungan.

"Mudah-mudahan Mariaty tidak cepat puas dengan perolehan ini. Bahkan kalau bisa ini menjadi pembangkit semangat untuk terus meningkatkan pendidikannya. Sebab lingkungan ini masih luas, baik sosial, ekonomi dan sebagainya. Karena dari lingkungan dapat menjaga kehidupan di dunia," ujarnya mengakhiri.

Laporan/Editor: Hary B Koriun

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

ASN dan PPPK Inhu Tersangkut Narkoba, Sanksi Berat Menanti

Lima ASN Inhu diduga terlibat narkoba. Tiga orang diproses hingga pengadilan, sementara dua lainnya dikembalikan…

36 menit ago

Polda Riau Bongkar Penampungan Emas Ilegal di Kuansing, Pengepul Ditangkap

Polda Riau mengungkap penampungan emas ilegal hasil PETI di Kuansing. Polisi menangkap pengepul dan menyita…

2 jam ago

Ribuan PPPK Paruh Waktu Rohul Belum Terima Gaji Januari 2026

Sebanyak 1.608 PPPK Paruh Waktu di Rohul belum menerima gaji Januari 2026 karena masih dalam…

22 jam ago

DPRD Meranti Tegas Tolak Kenaikan Tarif Ferry, Pengusaha Dipanggil Hearing

DPRD Kepulauan Meranti menegaskan penolakan rencana kenaikan tarif ferry yang dinilai sepihak dan belum melalui…

23 jam ago

Tiang FO Tumbang, Pemko Pekanbaru Dorong Jaringan Telekomunikasi Bawah Tanah

Pemko Pekanbaru mendorong penerapan sistem ducting atau jaringan bawah tanah setelah insiden tumbangnya tiang fiber…

1 hari ago

Satu Lokasi, Banyak Layanan: MPP Inhil Permudah Urusan Haji dan Umrah

MPP Inhil menambah layanan haji dan umrah. Masyarakat kini bisa mengurus keperluan ibadah secara mudah…

2 hari ago