Categories: Nasional

Anak-anak dengan Tingkat Kebersihan Sempura ternyata Rentan Leukimia

RIAUPOS.CO- Orang tua akan melakukan apa pun untuk melindungi anak-anak mereka dari kuman. Namun Sebuah studi baru mengatakan bahwa masa kanak-kanak yang bebas dari kuman diikuti oleh infeksi di kemudian hari yang membuat anak-anak rentan terhadap leukemia.

Ini terjadi karena fakta bahwa ketika seorang anak terpapar infeksi pada tahun pertama kehidupan mereka, maka sistem kekebalan tubuh mereka akan menjadi kuat.

Diterbitkan dalam jurnal 'Nature Reviews Cancer', studi ini menemukan bahwa leukemia limfoblastik akut, jenis kanker anak yang paling umum, disebabkan oleh proses dua langkah.

Langkah pertama adalah mutasi genetik sebelum kelahiran yang membuat seorang anak berisiko terkena leukemia ini. Di sisi lain, langkah kedua adalah paparan infeksi tertentu di kemudian hari.

Sederhananya, para peneliti menjelaskan bahwa anak-anak yang hidup dalam kondisi yang sangat bersih, bebas kuman selama tahun-tahun pertama mereka dan kurang berinteraksi dengan anak-anak lain rentan terhadap leukemia limfoblastik, suatu bentuk kanker darah yang paling sering didiagnosis pada anak-anak antara usia 0 hingga 4 tahun.

Kanker ini berkembang dengan cepat, selama berhari-hari atau berminggu-minggu, menumpuk dalam darah dan menyebar ke bagian lain dari tubuh, termasuk kelenjar getah bening, hati dan sistem saraf.

"Penelitian ini secara kuat menunjukkan bahwa kanker ini memiliki penyebab biologis yang jelas, dan dipicu oleh berbagai infeksi pada anak-anak yang memiliki kecenderungan yang sistem kekebalannya belum dipersiapkan dengan baik," kata penulis studi, Prof. Mel Greaves, seperti dilansir laman India Times.

Greaves menambahkan bahwa penelitian ini memunculkan beberapa mitos yang terus-menerus tentang penyebab leukemia, seperti klaim yang merusak tetapi tidak berdasar bahwa penyakit ini umumnya disebabkan oleh paparan gelombang elektromagnetik atau polusi.

"Mencegah leukemia pada masa kanak-kanak akan berdampak besar pada kehidupan anak-anak dan keluarga mereka di Inggris dan di seluruh dunia," kata Paul Workman, kepala eksekutif Institute of Cancer Research, London.

Penting juga untuk diingat bahwa infeksi itu sendiri bisa menimbulkan risiko yang signifikan bagi bayi dengan sistem kekebalan yang terus berkembang.(fny)

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Tampil Dominan di Final, Tim Putra SMA Darma Yudha Sabet Juara HSBL 2026 Pekanbaru Series

Tim putra SMA Darma Yudha Pekanbaru keluar sebagai champion Riau Pos-Honda HSBL 2026 Pekanbaru Series…

4 jam ago

Polda Riau Sosialisasi Uji Kompetensi Satpam dan Luncurkan Layanan KTA Keliling

Ditbinmas Polda Riau menggelar sosialisasi Uji Kompetensi Satpam sekaligus meresmikan inovasi pelayanan Perpanjangan KTA Satpam…

6 jam ago

Gajah Diego Mati di PLG Minas, Kematian Gajah Kelima di Riau Sepanjang 2026

Gajah jinak bernama Diego (17) mati di PLG Minas akibat infeksi pencernaan kronis. Ini menjadi…

1 hari ago

SMAN 1 dan Darma Yudha Siap Bentrok di Final Putri HSBL 2026 Pekanbaru

Sektor putri SMAN 1 Pekanbaru dan SMA Darma Yudha sukses melaju ke partai final HSBL…

1 hari ago

Sekda Nonaktif Kuansing Didakwa Suap Bupati Dua Mobil Mewah Demi Muluskan Jabatan

Sekda nonaktif Kuansing Zulkarnain didakwa menyuap Bupati nonaktif Suhardiman Amby dengan dua mobil mewah demi…

1 hari ago

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

2 hari ago