Categories: Nasional

Shanghai Segera Operasikan Angkutan Massal Otonom

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Mobil self-driving atau otonom masih harus ditunggu untuk menjadi kenyataan. Beda dengan mobil otonom, angkutan massal yang sepenuhnya swa kemudi justru akan muncul lebih cepat.

Adalah kota metropolitan Shanghai di Cina yang akan segera mendapat manfaat dari sistem visi komputer berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Itu untuk trem perkotaan yang menampilkan kontrol dan pergerakan otonom. Proyek ini sedang dikembangkan oleh penyedia sistem sinyal transit kereta api Cina, FITSCO (Shanghai Fuxin Intelligent Transportation Solutions Co) dan Pilot Cognitive dari Rusia.

Terakhir adalah usaha patungan teknologi mengemudi otonom dari Sberbank dan Cognitive Technologies Group. Solusi bersama berbasis AI dikatakan untuk meningkatkan tingkat keselamatan dan efisiensi angkutan umum.

"Teknologi baru akan mengurangi jumlah kecelakaan transportasi di kota dan meminimalkan ketergantungan mereka pada faktor manusia," kata Jack Wu, CEO FITSCO dilansir dari Carscoops, Senin (27/4).

Proyek bersama akan terdiri dari tahap-tahap riset dan pengembangan, pengujian, dan komersialisasi. Hasil dari tahap pertama adalah pengembangan Advanced Driver Assistance System (ADAS) berbasis AI.

"Dengan tidak adanya reaksi yang tepat dari pengemudi, trem akan secara otomatis mengontrol kecepatannya dan mengerem saat di depan ada rintangan. Selama semua tes yang akan datang, operator trem masih akan berada di kabin, tetapi ia akan bertindak sebagai pengendali keselamatan," jelas Olga Uskova, CEO Cognitive Pilot.

Tujuannya adalah untuk memiliki prototipe sepenuhnya otonom dalam waktu terdekat. Dan, secara bertahap meningkatkan level AI dari autopilot trem. Tahun lalu, Cognitive Pilot juga telah memulai proyek bersama dengan produsen trem Rusia 'PC Transport Systems' untuk pengembangan trem otonom di Moskow.

Menurut perusahaan Rusia, sistem mengemudi otonom mampu mendeteksi kendaraan dan trem lainnya, lampu lalu lintas, pejalan kaki, halte trem dan bus, sakelar kereta api dan berbagai rintangan lain. Trem juga dapat berhenti andai di depannya terdapat rintangan, menjaga jarak yang aman ke mobil di depan, mempercepat dan berhenti.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Harga BBM Non-Subsidi Riau Alami Kenaikan per 1 September 2026

Harga bbm subsidi dan nonsubsidi, harga bbm pertamina terbaru per 1 september 2026 di riau…

28 menit ago

Pemkab Kuansing Fasilitasi Pertemuan Masyarakat Koto Baru dan PT RAPP

Dipimpin Plt Bupati Kuansing H Muklisin. Pemkab Kuansing memfasilitasi pertemuan masyarakat Koto Baru dan PT…

2 jam ago

31 Tahun Kopkar RAPP, Bertumbuh dengan Memperkuat Manfaat bagi Anggota

31 Tahun Kopkar RAPP, Bertumbuh dengan Memperkuat Manfaat bagi Anggota. Koperasi karyawan rapp berusia 31…

2 jam ago

Kepala Desa Mengkapan Kecamatan Sungai Apit Apresiasi PBPH-HTI Bantu Pemadaman Karhutla di Luar Konsesi

Sejumlah perusahaan HTI di Riau membantu pemadaman karhutla di luar konsesi. Kades mengapresiasi aksi gotong…

2 jam ago

764 Penerima PKH di Meranti Terdeteksi Terafiliasi Judol, Data Mulai Diverifikasi

Sebanyak 764 KPM PKH di Meranti terdeteksi terkait aktivitas judol. Dinsos kini memverifikasi data sebelum…

4 jam ago

Kakak Beradik Tenggelam di Sungai Kuantan, Jasad Keduanya Ditemukan Terpisah

Dua kakak beradik di Inhu tewas tenggelam saat mandi di Sungai Kuantan. Keduanya ditemukan terpisah…

4 jam ago