Categories: Nasional

Bejat, Siswa SD Digagahi di Kuburan Istri hingga Hamil

MEDAN (RIAUPOS.CO) – Bungga (12) bukan nama sebenarnya harus menanggung malu karena hamil 5 bulan. Kehamilan siswi SD ini dikarenakan dicabuli oleh L alias Rin (55) yang tinggal di Desa Tanjung Selamat.

Peristiwa itu berawal April 2019 lalu. Siang itu, sekira pukul 12.00 WIB, sang remaja itu diajak Rin ke Jalan Pantai, Komplek Kuburan, Desa Tanjung Selamat dengan dalih menemaninya membersihkan kuburan sang isteri. Ajakan Rin langsung dimaui gadis polos itu tanpa rasa curiga.

“Sesampainya di kuburan tersangka mulai menciumi pipi korban. Korban menjerit minta tolong, tapi tak ada yang mendengar hingga akhirnya tersangka berhasil menyetubuhi korban,” jelas Kasi Humas Polsek Sunggal, Aiptu Roni B Sembiring kepada wartawan, Senin (23/12).

Puas melampiaskan nafsu bejatnya, Rin memberikan uang Rp100 ribu kepada remaja putri itu disertai ancaman dengan sebilah parang, agar gadis yang baru saja digagahinya tidak membeberkan perbuatannya kepada siapapun.

“Jangan kau bilang mamakmu ya. Kalau kau bilang ku bunuh kau,” sebut Rin kepada sang remaja ketika itu, seperti disampaikan Roni.

Takut akan ancaman Rin remaja putri ini pun tak berani mengungkapkan apa yang baru saja dialaminya kepada keluarganya. Kondisi itu akhirnya dimanfaatkan Rin untuk mengulangi perbuatan tak terpujinya.

Pria itu kembali menggagahi sang remaja berulang kali. Perbuatan itu akhirnya terungkap setelah perut sang remaja putri mulai membengkak. Keluarga kemudian terheran-heran dengan perubahan bentuk tubuh dan perilaku gadis itu.

“Kakak korban melihat perubahan pada perut korban. Selanjutnya korban diperiksa dan diduga korban telah hamil 5 bulan,” beber Roni.

Kabar itu membuat WA (32) orangtua sang remaja kaget bukan kepalang. Kedua orangtuanya kemudian membujuk remaja itu agar memberitahu siapa yang telah menghamilinya. Berdasarkan pengakuan remaja yang masih duduk di bangku SD itu, pihak keluarganya kemudian membuat pengaduan ke Mapolsek Sunggal sesuai Laporan Polisi nomor: LP/671/K/IX/2019/SPKT Polsek Sunggal, 28 September 2019 lalu.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan berdasarkan keterangan saksi dan korban hingga akhirnya meringkus Rin, di kediamannya, Kamis (21/11) lalu.

“Tersangka dapat dijerat Pasal 81 ayat (2) Subs 82 ayat (1) Jo 76E UU RI NO. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun,” pungkas Roni.

Sumber: Sumutpos.co
Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Sidak Kecamatan Marpoyan Damai, Wako Pekanbaru Minta Pelayanan Lebih Cepat

Wali Kota Pekanbaru sidak Kecamatan Marpoyan Damai dan menekankan pelayanan cepat serta kenyamanan warga.

11 jam ago

Distankan Pekanbaru Periksa 3.754 Hewan Kurban, Belum Temukan Kasus Penyakit

Distankan Pekanbaru telah memeriksa 3.754 hewan kurban dan memastikan belum ditemukan kasus penyakit.

12 jam ago

Tiga Wakil Rektor Umri Dilantik, Siap Perkuat Tata Kelola Berstandar Internasional

Umri melantik wakil rektor baru dan menargetkan penguatan tata kelola kampus menuju standar internasional.

12 jam ago

Unri Lepas 1.891 Wisudawan, Alumni Diminta Jaga Nama Baik Almamater

Universitas Riau mewisuda 1.891 lulusan dan mengajak alumni menjadi generasi adaptif, inovatif, serta berdaya saing.

12 jam ago

Polres Bengkalis Menang Praperadilan Kasus Karhutla di Rupat Utara

PN Bengkalis menolak gugatan praperadilan kasus karhutla dan menguatkan keabsahan proses penyidikan Polres Bengkalis.

22 jam ago

Sehari Dicari, Pegawai PNM Pelalawan Ditemukan Mengapung di Sungai Indragiri

Pegawai PNM Ukui, Ardi Yahya, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Indragiri, Inhu

24 jam ago