Categories: Nasional

Sang Guru Sangat Khawatir bila Hujan Tiba

SDN 16, sekolah negeri marginal di Kepulauan Meranti. Lokasinya di Jalan Sidodadi Dusun II, Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebingtinggi Barat. Sekolah itu jauh dari kata layak. Atap dari enam ruang kelas mereka terbuat dari daun rumbia. Dinding dibangun menggunakan kayu seadanya, mulai rapuh termakan usia.

Laporan WIRA SAPUTRA, Selatpanjang

Kamis siang (21/11) itu, murid SDN 16 memasuki waktu istirahat,. Beberapa orang dari mereka ada yang bermain di kelas dan luar kelas. Mereka tampak abai dengan kondisi sekolah yang memprihatinkan itu. Rohana, kepala sekolah yang juga merangkap sebagai guru mengaku sedih melihat muridnya dengan kondisi sekolah sedemikan rupa. Sedih tak terbendung ketika hujan tiba. Sambil mengambil smartphone ia memperlihatkan video pendek sebagai gambar nyata keadaan sekolahnya ketika itu.

Dalam video itu, air hujan membasahi seisi ruang kelas. Sejumlah murid sibuk menyelamatkan buku belajar mereka agar tidak ikut basah. Walupun ada beberapa buku mereka yang telah terlanjur basah. Dan tak jarang, rasa khawatir datang seketika ia dan murid mendengar gemuruh, terlebih jika langit mulai mendung.

"Penting saat berlangsungnya jam belajar, tiba-tiba mendung dan gemuruh kami mulai khawatir. Anak-anak saya minta bersiap mencari kantong untuk melindungi agar buku belajar mereka tidak basah," ungkapnya.

Parahnya lagi, Rohana pernah mendengar jika ada yang menyebut sekolahnya seperti kandang kambing. Semula SDN 16 berdiri 2007 dengan empat kelas saja. Itupun dibangun swadaya olehnya dan warga desa. 2015 bertambah dua kelas dan satu ruang guru. Langkah itu terpaksa diambil mengingat syarat setiap sekolah harus akreditasi. Jika tidak, sekolahnya akan dibubarkan oleh pemerintah atau dimerger.

"Karena akreditas itu wajib, sehingga ia terpaksa pecah celengan untuk biaya membangun dua ruang belajar dan satu ruang guru. Dan sekarang akreditas kami sudah C," ujarnya.

Usulan atau memohon bantuan kepada pemerintah amat sering dilakukan. Digubris, namun dibeberkannya hanya janji belaka. Seperti 2020 mendatang, dari kabar yang ia terima, sekolahnya akan menerima bantuan pembangunan ruang belajar yang baru.

"Kabarnya 2020 ini dibantu oleh pemerimtah pusat, tapi tak tahulah. Pasalnya sebelum ini saya juga telah sering dijanjikan hal yang sama," ungkapnya.

Walupun demikian, ia dan beberapa orang guru yang mengabdi di sekolah itu masih menaruh harapan besar jika informasi tersebut, benar. "Mudah-mudahan benar. Kami masih berharap dibantu. Tak perlu banyak, hanya enam ruang belajar agar murid kami nyaman, dan satu ruang kantor. Tak perlu bagus asal nyaman, bersyukur sekali kami para guru," ungkapnya. Mengenai kondisi SD Negeri 16 Jalan Sidodadi Dusun II, Desa Tanjung Peranap, Kepulauan Meranti dibenarkan Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Meranti, Syafrizal kepada Riau Pos.

"Benar, memang demikian kondisinya. Tapi kami berupaya agar itu bisa masuk dalam skala prioritas 2020 mendatang," ungkapnya.

Terpisah Wakil Bupati Kabupaten  Kepulauan Meranti, Said Hasyim, Senin (25/11/19) minta setiap pengurus yang sekolahnya rusak tidak khawatir, mengingat 2020 ini anggaran untuk pembangunan sekolah rusak cukup besar oleh pemerintah pusat. Pemda Meranti tetap berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan di Meranti. Salah satunya dalam menyediakan ruang belajar yang laik.

"Untuk 2020 gambarannya kita akan menerima Rp54 miliar. Mudah-mudahan bertahap akan kami akomodir semuanya," ungkapnya.***

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

SUV Premium Mitsubishi Destinator Makin Pintar dengan Mitsubishi Connect

Mitsubishi Destinator kini dilengkapi Mitsubishi Connect yang memungkinkan pemilik memantau dan mengendalikan kendaraan lewat smartphone…

5 jam ago

Rumah Sehat Fohow Resmi Dibuka di Pekanbaru, Hadirkan Terapi Meridian TCM

Rumah Sehat Fohow resmi dibuka di Pekanbaru dan menghadirkan terapi Meridian berbasis Traditional Chinese Medicine…

5 jam ago

Keren! Tim Mahasiswa PCR Wakili Asia Pasifik di AAKRUTI Global Texas

Empat mahasiswa PCR tergabung dalam Tim Darnakel menjadi satu-satunya wakil Indonesia dan Asia Pasifik di…

5 jam ago

Fordismari Kritik Penunjukan Pj Sekda Kampar, Ini Tuntutannya

Fordismari menggelar aksi di Kantor Bupati Kampar menolak penunjukan Ardi Mardiansyah sebagai Pj Sekda dan…

5 jam ago

Diduga Terlibat Narkoba, Kades Koto Tandun Ditangkap Polisi

Kepala Desa Koto Tandun diamankan polisi terkait dugaan kasus narkoba. Pemkab Rohul memastikan pelayanan pemerintahan…

6 jam ago

PSMTI Riau Perkenalkan Ketua Baru kepada FPK Riau

PSMTI Riau menggelar pertemuan dengan FPK Riau untuk memperkenalkan Lindawati sebagai ketua baru dan memperkuat…

6 jam ago