Ilustrasi gempa bumi. Foto : Pixabay
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan berita terbaru seputar korban gempa Ambon, Maluku hingga Kamis (26/9) sore.
Gempa bumi berkekuatan 6,8 Skala Richter di Ambon, Maluku itu telah menelan korban sebanyak 20 korban dan lebih dari seratus orang mengalami luka.
“Total korban meninggal dunia akibat gempa bumi 6,8 SR sebanyak 20 orang,” kata Pelaksana Harian Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat (Kapusdatin dan Humas) BNPB Agus Wibowo, Kamis (26/9).
Adapun korban meninggal dunia tersebar di beberapa daerah. Agus memerinci, sebanyak tiga orang meninggal di wilayah Batu Kuda Tial, satu bayi di Lembah Agro juga wafat.
Kemudian, korban lain bernama Narti dan Frans Masi. Enam korban meninggal dunia di Desa Liang, atas nama Halimah Samual, La Na'i, Wa Ona, Anisa Maruapey, Hamid Laisou dan cucu Hasam Laisou.
Tiga orang meninggal dunia di Desa Waai atas nama Tine Tuasela, Semi Kadidu dan Minggus Souhoka. Selain itu, tiga korban meninggal di Waisamu, Kabupaten Seram Bagian Barat atas nama Hj Sansia, Aditya dan Johan. “Dua orang belum teridentifikasi,” kata Agus.
Selain meninggal, ada korban lain yang mengalami luka-luka. Agus memerinci, enam korban luka ringan di Kampung Iha, Desa Liang.
Dia menambahkan, kurang lebih 100 orang luka-luka akibat gempa di Desa Liang, satu orang lain luka berat di Desa Waisama, Kabupaten Seram Bagian Barat atas nama Jono. (boy/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal
Pemko Pekanbaru memastikan program berobat gratis UHC terus berlanjut dengan anggaran Rp111 miliar setelah tunggakan…
Menkeu Purbaya menyebut APBN bisa tanpa defisit, namun berisiko besar bagi ekonomi. Defisit 2025 dijaga…
DPRD Pekanbaru mendukung Satgas Penertiban Kabel FO tetap bekerja meski perda belum disahkan demi keselamatan…
Sekda Inhu menegaskan tidak ada toleransi bagi ASN yang terlibat narkoba dan mendukung penuh proses…
Jonatan Christie menjadi satu-satunya wakil Indonesia di perempat final Malaysia Open 2026 dan siap menghadapi…
Pemkab Kepulauan Meranti mulai mencairkan gaji ASN dan PPPK Januari 2026 serta tunda bayar 2024…