Categories: Nasional

Lokasi Syuting Film ‘KKN di Desa Penari’ Bukan di Desa Aslinya

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Hasrat para pencinta film horor bakal segera terbayar dengan rencana peluncuran film kisah ‘KKN di Desa Penari’. MD Pictures memastikan, film itu akan ditayangkan pada 2020.

Meski begitu, untuk menghargai penduduk kampung aslinya di sebuah desa di Jawa Timur dan untuk menghargai privasi lokal masyarakat di sana, MD Pictures berkomitmen syuting tak akan dilakukan di desa aslinya.

CEO sekaligus produser PT MD Pictures Tbk. Manoj Punjabi menjelaskan pihaknya sudah menandatangani kontrak dengan sosok di balik akun Twitter SimpleMan yang menulis cerita itu sejak 24 Juni-5 Juli 2019. Salah satu syaratnya adalah agar tidak menggunakan lokasi syuting di tempat aslinya.

“Kami sudah kontrak eksklusif dengan karya-karyanya yang berikutnya. Bahkan ada 9 buku dari cerita SimpleMan. Syuting rencana November. Tempatnya yang pasti enggak akan di lokasi itu (desa di Jawa Timur). Kami akan jaga privasi. Itu permintaan SimpleMan,” tegas Manoj kepada wartawan dalam konferensi pers, Selasa (24/9).

Menurut Manoj, selain tempat syuting, mereka juga berkomitmen tidak akan mengambil elemen-elemen penting dalam kisah aslinya. Hanya saja jalan cerita dan semua karakternya disesuaikan dengan kisah aslinya.

“Kami akan set lokasi persis seperti dalam kisah itu. Kan negeri luas di Indonesia ini punya banyak sekali lokasi desa yang mirip-mirip. Saya rasa tak kesulitan mencari lokasi demikian,” kata Manoj.

Dalam kisah aslinya, ada enam mahasiswa dari kampus di Jawa Timur, antara lain Widya, Nur, Ayu, Bima, Anton, dan Wahyu. Mereka menjalani KKN selama enam pekan di sebuah desa yang disebut Desa Penari. Dengan nama karakter yang sudah disamarkan itu, Manoj mengerti mengapa SimpleMan pun ingin karakter itu disamarkan.

“Enam karakter ini kan ke desa itu untuk menyelesaikan tugas kuliahnya. Kami enggak mau mengganggu penduduk di sana dengan syuting di sana. Karena kan dalam filmnya sendiri, kejadian itu mengganggu penduduk di sana. Saya mengerti mengapa banyak yang harus dirahasiakan dan disamarkan,” tegas Manoj.

 

Sumber: Jawapos.com

 

Editor: wws

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

APBD Terbatas, Meranti Andalkan Program IJD untuk Benahi 9,6 Km Jalan

Pemkab Kepulauan Meranti mengusulkan tiga ruas jalan sepanjang 9,6 km masuk program IJD dengan kebutuhan…

10 jam ago

Kabut Asap Karhutla Kembali Selimuti Pekanbaru, Polusi Tertinggi Ketiga di Indonesia

Kabut asap karhutla masih menyelimuti Pekanbaru. Kualitas udara memburuk, AQI mencapai 171 dan 156 titik…

12 jam ago

Bentrokan Konflik Lahan 80 Hektare di Kuansing, 9 Orang Terluka

Bentrokan dua kelompok terkait konflik lahan 80 hektare terjadi di Kuansing. Sembilan orang terluka dan…

12 jam ago

Jalan Sontang-Duri Kembali Berlumpur, Truk Bermuatan Berat Banyak Terjebak

Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan menggerus timbunan. Truk bermuatan berat kesulitan melintas dan terjebak…

12 jam ago

Erupsi 4 Gunung Bikin 8 Bandara Ditutup, 35 Penerbangan Pekanbaru-Jakarta Batal

Erupsi empat gunung mengganggu penerbangan. Sebanyak 35 penerbangan dari dan ke Pekanbaru batal setelah delapan…

12 jam ago

Distribusi Tersendat, Semen di Rohul Langka hingga Warga Harus Antre

Kelangkaan semen di Rohul hampir sebulan membuat warga harus booking. Omzet toko bangunan turun hingga…

12 jam ago