Categories: Nasional

Dirawat di RS, Tiga Mahasiswa Dapat Perhatian Khusus

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Ratusan mahasiswa harus menjalani perawatan karena kericuhan saat demonstrasi di depan gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa (24/9). Berdasar data Pemprov DKI Jakarta, sedikitnya 273 orang dirawat di sejumlah rumah sakit.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuturkan, kebanyakan pasien yang dirawat mengalami sesak napas dan kelelahan. Namun, karena tidak memerlukan penanganan khusus, beberapa mahasiswa sudah bisa pulang kemarin (25/9).

Hingga kemarin siang, tersisa 19 orang yang masih dirawat di beberapa rumah sakit. Termasuk tiga pasien yang harus menjalani operasi. Anies menegaskan bahwa pihaknya memfasilitasi pembiayaan pengobatan para korban.

Dia menyatakan, sebagian besar mahasiswa menjalani perawatan di RS TNI-AL Mintohardjo dan Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). ”Tadi malam (Selasa malam, Red) memang ada 273 orang yang dirawat di rumah sakit umum. Ada 24 rumah sakit yang memang sudah disiagakan,” kata Anies di balai kota kemarin. Sedikitnya 40 ambulans dan lebih dari 100 tenaga medis juga selalu siaga di lapangan.

Salah satu korban, Naufal Siregar, mahasiswa Universitas Pertamina, kemarin sekitar pukul 11.30 meninggalkan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSPP. Dua perban menempel di pelipis kanan dan pipi kanan dekat mulutnya.

Naufal sebenarnya tak tahu pasti mengapa pelipisnya lebam. Sebab, dia sempat tak sadarkan diri. Dia bangun ketika sudah di IGD. Malam itu dia terpisah dari rombongannya saat hendak pulang.

Saat itu, ada 89 mahasiswa yang dirawat di RSPP, termasuk Naufal. Mayoritas terkena gas air mata. Akibatnya, banyak yang sesak napas dan sakit di bagian mata.

”Tujuh puluh empat (pasien) kondisinya berkategori triase emergency hijau, cukup stabil. Kesadaran penuh. Observasi beberapa saat dan bisa dipulangkan,” jelas Direktur RSPP Kurniawan Iskandarsyah.

Sebanyak 14 orang lainnya masuk kategori kuning dan membutuhkan observasi. Ada tiga orang yang mendapat perhatian khusus. Sebab, luka yang dialami serius. Pertama, luka akibat pukulan benda tumpul yang mengakibatkan retak tengkorak atas sisi kanan. ”Menyebabkan pendarahan sub-aranoid hemoragic (salah satu pembuluh di otak, Red),” ungkapnya.

Satu pasien lainnya juga mengalami luka di kepala. Lalu, ada pasien yang mengalami luka di tulang belakang. ”Apabila terjadi kondisi tertentu, mungkin dilanjutkan dengan operasi,” ujarnya.

Seluruh korban yang masih dirawat berjenis kelamin laki-laki. Dua orang berusia 19 tahun dan satu lagi berusia 20 tahun. ”Salah satu dari Universitas Pamulang.”

Sumber: Jawapos.com

Editor: wws

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Sambut Ramadan 1447 H, Potang Bolimau Digelar di Pasirpengaraian

Bupati Rohul ajak masyarakat hadiri potang bolimau di Waterfront City Pasirpengaraian sambut Ramadan 1447 H.

11 jam ago

IAGI, IATMI dan SLB Indonesia Gagas Petrel Hackathon 2026 di UIR

IAGI, IATMI dan SLB Indonesia gelar Kick-Off Petrel Hackathon 2026 di UIR untuk dorong talenta…

13 jam ago

Waterbarrier Digeser, Pengendara Tetap Terobos Jembatan Sinambek

Jembatan Sungai Sinambek Kuansing ditutup karena rusak dan nyaris ambruk, namun pengendara masih nekat menerobos.

1 hari ago

Jelang Imlek 2026, Lalu Lintas Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar Melonjak 35 Persen

Jelang Imlek 2026, trafik Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar naik hingga 35 persen, arus ke Sumbar…

1 hari ago

Jawab Tantangan Iklim Tropis, RS Awal Bros Hadirkan Solusi Kesehatan Rambut

RS Awal Bros Hangtuah luncurkan Hair Center pertama di Riau, hadirkan solusi medis rambut berbasis…

1 hari ago

Ramp Check Gabungan di Siak, Pastikan Bus dan Angkutan Barang Laik Jalan

Polres Siak gelar ramp check gabungan dalam Operasi LK 2026 untuk pastikan angkutan umum dan…

1 hari ago