Categories: Nasional

Boris: Ini Awal Masa Keemasan Inggris

LONDON (RIAUPOS.CO) – Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson melalui ujian pertamanya kemarin, Kamis (25/7). Pria 55 tahun itu menjalani sidang pertama sebagai kepala negara. Ujian tersebut adalah rencana konkret mengenai Brexit.

Johnson, tampaknya, tahu bahwa publik menanti rancangan detail tentang proses perceraian Inggris dari Uni Eropa. Tanpa perlu ditanya, pria berambut pirang itu langsung membeberkan jawabannya. ''Ini adalah awal masa keemasan Inggris,'' ujarnya sebagaimana dilansir BBC.

Kabinet terbaru Inggris, lanjut Johnson, dibentuk khusus untuk mengatasi isu Brexit. Yang menjadi andalannya adalah Michael Gove. Sahabat sekaligus rival lamanya tersebut diberi jabatan sebagai kanselir wilayah Lancaster.

Secara formalitas, jabatan milik Gove sangat remeh. Tugasnya hanya mengawasi aset milik Duke of Lancaster. Namun, peran mantan menteri lingkungan hidup Inggris itu sebenarnya jauh lebih penting.

''Saya tugaskan dia untuk menyiapkan skema penanggulangan no-deal Brexit (tanpa kesepakatan, Red). Itu adalah prioritas dia,'' jelas Johnson kepada The Guardian.

Johnson tidak mau terlalu bergantung kepada Uni Eropa. Dia menuturkan bahwa Brexit dengan kesepakatan tentu lebih baik. Namun, dia tetap memegang prinsip bahwa Inggris tidak boleh

Dia sudah melarang pencalonan komisioner Eropa setelah periode Oktober. Dia telah meminta Menteri Luar Negeri Dominic Raab dan Menteri Perdagangan Internasional Liz Truss untuk mulai menghubungi negara-negara lain. Kalau bisa, Inggris punya koleksi perjanjian dagang dengan banyak negara sebelum November 2019.

Hanya, skema backstop yang diusung Theresa May harus dibuang. Menurut Johnson, warisan pendahulunya itu tidak bisa lagi diungkit. Sudah tiga kali skema tersebut diusulkan, tetapi gagal.

Oposisi tidak diam begitu saja. Ketua Partai Buruh Jeremy Corbyn menyambut hari kerja pertama Johnson dengan kritik. Dia menyatakan bahwa semua program dari Partai Konservatif terlalu muluk. Corbyn juga khawatir melihat persahabatan Johnson dengan Presiden AS Donald Trump. Dia takut Johnson menjual lembaga NHS untuk mendapatkan perjanjian dagang dengan AS. (bil/c14/dos)

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina
  

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Konflik Lahan Memanas, Puluhan Warga Tuntut Kades Belantaraya Mundur

Puluhan warga kepung Kantor Desa Belantaraya, tuntut kades mundur dan penyelesaian sengketa lahan yang memanas.

4 jam ago

PLN Gandeng Kejagung, Pengamanan Proyek Strategis di Riau dan Jambi Diperkuat

PLN UIP Sumbagteng gandeng Kejagung perkuat pengamanan proyek listrik di Riau dan Jambi guna pastikan…

4 jam ago

Test Drive Suzuki Fronx Bisa Bawa Pulang Mobil hingga iPhone!

Suzuki Trada gelar test drive Fronx berhadiah mobil, motor, hingga iPhone 17 Pro. Program berlangsung…

4 jam ago

Penertiban Tak Efektif, PKL Tetap Jualan di Lokasi Lama

PKL di Pekanbaru kerap kembali berjualan meski ditertibkan. DPRD menilai pengawasan belum konsisten dan perlu…

5 jam ago

Siap Kerja! 402 Siswa SMKN Pertanian Terpadu Jalani Ujian Sertifikasi

Sebanyak 402 siswa SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru ikuti USM LSP-P1 dan UKK Mandiri sebagai bekal…

5 jam ago

Diduga ODGJ, Wanita Tanpa Identitas Dievakuasi ke Panti Rehabilitasi

Wanita tanpa identitas diduga ODGJ diamankan di Rohul. Sempat agresif, kini dibawa ke panti rehabilitasi…

5 jam ago